Warga Miskin di Kantor Dinas Sosial P3A Jumlahnya Sudah Jauh Berkurang

SIANTAR - Dian24New

Kalau sebelumnya, Senin (22/5/2023) ratusan warga miskin atau prasejahtera dari sejumlah kecamatan menyerbu kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Kota Pematang Siantar, sampai Selasa (23/5/2023) jumlahnya sudah jauh berkurang.

Warga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) itu tidak lagi desak-desakan untuk mengambil undangan penerimaan bantuan beras sebanyak 10 Kg melalui Kantor Pos yang diinformasikan akan disalurkan bulan Mei 2023 ini.

Seyogianya, undangan itu diambil dari Rumah Pangan Kita (RPK) tingkat kelurahan. Namun, karena setelah mengambil uang dari ATM BRI sebesar Rp 400 ribu pada April 2023 lalu, tidak dibelanjakan ke RPK membeli empat jenis pangan seperti beras, telur, kacang-kacangan dan buah-buahan. 

“Ya, sekitar 40 persen dari 14 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT yang tidak belanja di RPK datang untuk mengambil undangan, sisanya sekitar 2000 -an lagi yang belum mengambil undangan untuk mendapatkan beras di kantor pos,” ujar Kabid Reksos Dinas Sosial P3A, Risbon Sinaga, Selasa (23/5/2023).

Terkait sampai kapan batas waktu pengambilan undangan, Risbon mengatakan tidak ada lagi dibatasi. Kalau ada warga datang sebelum beras disalurkan, siap layani. “Yang jelas, mengambil beras 10 Kg itu harus pakai undangan. Kalau tidak, tidak akan dilayani kantor pos,” imbuhnya.

Dijelaskan juga, masyarakat peserta BPNT itu sebenarnya boleh saja membeli empat jenis pangan di luar dari RPK. Tetapi harus ada bon faktur untuk bukti kepada Tenaga Kerja Sukarela Kecamatan (TKSK) yang diserahkan lagi kepada Dinas Sosial P3A sebagai pertanggungjawaban kepada Kementrian Sosial.

Lebih lanjut ditegaskan, dasar hukum agar masyarakat membeli empat jenis pangan itu, Peraturan Presiden (Perpres) No 63 tahun 2017. Kemudian, untuk mempermudah masyarakat membelinya, Dinas Sosial P3A mendirikan RPK supaya masyarakat lebih mudah dan pertanggungjawabannya tidak sulit.

“Saat pembagian undangan dilakukan pendampingan. Sekaligus pembinaan dan sosialisasi sesuai surat Kemensos terkait tugas TKSK baru-baru ini,” ujarnya mengakhiri.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga miskin mengatakan, setelah mengambil yang Rp 400 dari ATM BRI pada April 2023 lalu, mereka tidak berbelanja empat jenis pangan ke RPK. Pasalnya, saat itu sudah menjelang lebaran dan uang digunakan untuk keperluan lebaran (man/sn)

 


Comment As:

Comment (0)