GMKI : Pemko Stop Membohongi Rakyat

SIANTAR - Dian24New

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Siantar-Simalungun dengan tegas menolak pembangunan pusat perbelanjaan (mall) berkedok Gedung Olahraga (GOR) di areal eks GOR Siantar, Jalan Merdeka Kota Siantar.

“Kita menolak kawasan GOR menjadi mall karena tidak sesuai dengan sarana atau infrastruktur yang ideal terhadap suatu objek kegunaan. Artinya, itu sama saja membohongi rakyat,” ujar Ketua GMKI Siantar-Simalungun Theo Naibaho, Selasa (23/5/2023).

Dijelaskan, tidak sesuai dengan sarana atau infrastruktur yang ideal karena di depan eks GOR itu juga ada SMA Negeri 4 dan di sebelahnya SMP Negeri I. Sehingga, sektor pendidikan akan tercemar dan sangat berdampak negatif terhadap para pelajar. Apalagi informasinya, di mall itu akan ada lokasi hiburan. 

Ditegaskan lagi, kawasan tersebut sebelumnya murni sebagai wadah atau sarana olahraga (GOR). Namun, terkait dengan penolakan GOR menjadi mall itu sudah beberapa kali diaspirasikan GMKI. Tetapi, tidak diindahkan Pemko Siantar yang malah tetap melanjutkan pembangunan mall, berkedok GOR.

“Yang dibangun itu mall yang dikatakan berlantai lima. Kalau ada unsur gedung olahraga di dalamnya, itu hanya kedok. Karena, bangunan sebelumnya adalah GOR maka pembangunan yang dikerjakan harus GOR juga. Kita dengan tegas menolak segala bentuk pembangunan yang tidak ideal terhadap kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Kemudian, GMKI juga menilai, ada upaya mengkapitalisasi kawasan yang seyogianya sebagai zona pendidikan dicampur adukkan dengan mall. Hal itu, merujuk dengan adanya perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RT/RW) Kota Siantar tahun 2021-2041 yang saat ini belum juga disahkan.

Hal itu dikatakan sebagai upaya mengkapitalisasi jika dikaitkan dengan perubahan Ranperda yang sudah disiapkan sejak awal sebelum pembangunan dimulai. Untuk itu, jika GOR dicampuradukkan dengan mall, GMKI dengan tegas tetap fokus untuk GOR.

“Jika mau buat mall silahkan cari tempat lain, jangan mengotori aset anak muda atau atlet Siantar atau sebaliknya jika ingin bangun mall, baik pemerintah maupun swasta, wajib membangun GOR,” tegas Kabid Akspel GMKI Siantar Simalungun, Cavin Tampubolon.

Untuk itu, GMKI akan bertemu dengan Wali Kota Siantar, dr Susanti Dewayani SpA untuk menyampaikan sikap resmi sebagai upaya memberikan solusi serta merasionalkan konsep pembangunan sesuai program Pemko Siantar serta mengarahkan DPRD agar konsisten dengan tupoksinya.

Saat nantinya bertemu Wali Kota, GMKI siap menyampaikan solusi dan upaya merasionalkan konsep pembangunan melalui program kerja Wali Kota di Siantar. Kemudian, akan disampaikan beberapa alasan GMKI menolak adanya GOR di kawasan mall walaupun akan ada Perda yang mengatur. Sementara, di sekitar lokasi masih ada sekolah.

“Jadi, kepada Pemko stop membohongi rakyat karena rakyat saat ini semakin kritis menyikapi dinamika yang berkembang,” tegas Ketua GMKI Siantar Simalungun, Theo Naibaho.

Ditegaskan juga, GMKI juga menekankan kepada DPRD Siantar agar lebih giat bekerja dalam menjalankan tugas dan amanah sesuai tupoksinya. Melakukan fungsi pengawasan yang masif demi kepentingan rakyat. (man/sn)

 


Comment As:

Comment (0)