Dianiaya Guru Penjas, Siswa SMP Swasta di Siantar Alami Sakit Kepala dan Muntah

SIANTAR - Dian24New

Seorang pelajar berinisial MP (15) yang sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) setelah dianiaya oleh oknum guru pendidikan jasmani (penjas) itu, kondisinya mulai membaik.

Siswa di salah satu SMP swasta di Kota Pematang Siantar itu pun saat ini menjalani masa pemulihan di rumah.

MP sempat dirawat beberapa hari sejak Sabtu (20/5/2023) lalu, karena merasa pening pasca alami penganiayaan yang berlangsung di lingkungan sekolah itu.

Orang tua MP, Jan Martuah Purba saat dihubungi wartawan menyampaikan, putranya sudah keluar dari RS sejak 3 hari lalu, usai kondisinya membaik dan dibolehkan pulang oleh dokter yang merawatnya.

“Sudah lumayan membaik lah. Sesekali masih pening-pening. Untuk sekolah saat ini belum lah,” ujar Jan Martuah, Kamis (25/5/2023).

Ada pun harapan pihak keluarga, dalam kasus ini agar oknum guru itu pun diberikan hukuman yang setimpal.

Sementara itu, Humas Rumah Sakit Vita Insani (RSVI) Pematang Siantar, Trisno Dalimunthe mengatakan, pasien atas nama MP telah pulang ke rumahnya. Dijelaskan, MP dirawat dengan keluhan sakit kepala dan muntah. (man)

“Masuk Kamis (18/5/2023), dengan keluhan sakit pada kepala dan muntah. Pulang ke rumah pada Sabtu (20/5/2023),” ujar Trisno.

Diberitakan sebelumnya, MP menjadi korban penganiayaan secara betubi-tubi dilakukan oknum guru penjas inisial PL. Namun saat ini PL telah dipecat oleh pihak sekolah atas tindakannya tersebut.

Penganiayaan terhadap siswa kelas IX itu terjadi pada Selasa (3/5/2023) lalu dengan menggunakan alat seperti bambu.

Ini terjadi, setelah PL mendengar kata-kata kotor diucapkan korban. Saat itu, jam pelajaran telah usai, dimana korban bersama teman piketnya membersihkan ruangan kelas. (man)


Comment As:

Comment (0)