SIMALUNGUN I DIAN24NEW.COM
Ketua Kelompok Tani Melati VI, Jihan Pratama, klarifikasi pengutipan uang Rp 200 ribu dari anggota. Uang digunakan untuk biaya pengobatan sapi yang sakit, bukan untuk pribadi. Anggota kelompok tani: “Jangan gampang dipecah belah orang luar yang membuat kisruh.”
Ketua kelompok Tani Melati VI kutip uang kepada anggota kelompok tani sebanyak 200 ribu rupiah untuk biaya pengobatan sapi bukan digunakan untuk pribadi.
Ketika awak media ke lokasi Lembu Sabtu, (28/3/2026) menjumpai anggota kelompok tani simpati di Desa Mekar Mulia kecamatan Tanah Jawa kabupaten Simalungun membenarkan pengutipan tersebut.
“Benar kami dikutip uang sebanyak 200 ribu untuk membeli obat kepada sapi yang sakit yaitu penyakit LSD, demam, kaki pincang dan juga untuk kawin suntik sapi IB bukan sama Ketua kelompok untuk digunakan pribadi nya,” ungkap Anggota kelompok tani
Kepada seluruh anggota kelompok tani simpati jangan gampang di pecah belah orang luar yang membuat kisruh didalam berternak Lembu disini, sebutnya.
Sementara ketua kelompok tani simpati VI Jihan Pratama mengatakan, kutipan uang 200 untuk biaya pengobatan sapi karna ada beberapa sapi terkena penyakit LSD dan demam, kaki pincang. Dan juga untuk kawin suntik (sapi IB) dan bukan untuk saya poya poyakan dana nya.
Memangnya warga sekarang bodoh semudah itu Ketua kelompok tani mintai uangnya. Tadi kan abang sudah bicara sama bapak anggota kelompok tani simpati sehingga sudah ketahui kemana uang tersebut digunakan.
Kita berharap kepada anggota kelompok tani simpati supaya saling kerjasama dalam mengembangkan bantuan Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui dinas Pertanian jangan saling memperkisruh kelompok tani, ucapnya. (***)







