Model
PematangsiantarKebudayaanPeristiwaPolitikRegionalSeremonialSimalungunTeknologiUncategorized

Wali Kota Wesly: Urdou-urdou Bentuk Kasih Sayang dan Pelestarian Budaya di Hari Anak Nasional ke-42

62
×

Wali Kota Wesly: Urdou-urdou Bentuk Kasih Sayang dan Pelestarian Budaya di Hari Anak Nasional ke-42

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.COM
Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 di Kota Pematangsiantar dimeriahkan Lomba Urdou-urdou. Kegiatan berlangsung di Lapangan Adam Malik, Senin 27/7/2026 dengan tema “Membangun Hubungan Emosional Anak dengan Orang Tua melalui Urdou-urdou”.

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn hadir mengenakan Gotong Parhorja. Dalam sambutannya ia menyebut Urdou-urdou sebagai bentuk pengasuhan anak penuh kasih sayang sekaligus upaya pelestarian budaya lokal.

“Atas nama Pemko Pematangsiantar kami mengucapkan selamat memperingati Hari Anak Nasional kepada seluruh anak Indonesia khususnya anak-anak Kota Pematangsiantar. Anak adalah anugerah yang harus dijaga, dilindungi, dan disiapkan menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” ujar Wesly.

Wesly mengatakan, peringatan tahun ini mengusung semangat nasional, “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Di Pematangsiantar semangat itu diwujudkan melalui tema “Merawat Tradisi Simalungun, Mengasuh Sepenuh Hati”.

Baca Juga  KRYD Hingga Subuh, Polres Pematangsiantar Tindak 8 Sepeda Motor Berknalpot Brong

“Tema ini mengandung makna mendalam, bahwa membangun masa depan anak tidak hanya melalui pendidikan dan pemenuhan gizi, tetapi juga melalui pengasuhan yang penuh kasih sayang serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal,” terangnya.

Menurutnya, perayaan kali ini mengangkat kembali tradisi _doding Urdou-urdou_, nyanyian pengantar tidur khas Simalungun yang diwariskan turun-temurun.

“Tradisi ini bukan sekadar lagu pengantar tidur. Tetapi merupakan bentuk kasih sayang orang tua kepada anak, yang memperkuat ikatan batin, memberikan rasa aman, serta menjadi media stimulasi perkembangan bahasa, emosi, dan karakter anak sejak usia dini,” sebut Wesly.

Wesly menegaskan Pemko Pematangsiantar terus berkomitmen memperkuat kualitas pengasuhan anak melalui kolaborasi dengan Tanoto Foundation dan para mitra pembangunan. Sinergi itu untuk meningkatkan kualitas PAUD, memperkuat peran keluarga, dan memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk tumbuh, belajar, bermain, dan berkembang optimal.

Baca Juga  Ketua TP PKK Pematangsiantar Tutup Pembinaan Kader Posyandu Nagapita, Serahkan Seragam dan Alkes

“Hari ini bukan hanya untuk bergembira dan lomba, tetapi juga mengingatkan kita bahwa kalian adalah harapan bangsa. Belajarlah rajin, hormati orang tua dan guru, cintai budaya daerah, serta tumbuhlah menjadi anak berakhlak baik, kreatif, dan percaya diri,” tukasnya.

Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny. Liswati Wesly Silalahi yang mengenakan Bulang Sulappei mengatakan kegiatan ini bukan sekadar hiburan.

“Terima kasih kepada orang tua yang mengikuti lomba. Kegiatan ini untuk mendekatkan ikatan batin antara orang tua dan anak. Cinta ibu itu tanpa syarat. Semoga lomba ini memberikan inspirasi bagi kita semua,” ujarnya.

Perwakilan Tanoto Foundation menyampaikan kegiatan ini mengembalikan pengasuhan kepada landasan utama yaitu keluarga. “Urdou-urdou bukan hanya menghibur, tetapi stimulasi dini melatih motorik anak. Menggabungkan ilmu pengasuhan modern dan kearifan lokal,” katanya. Ia juga mendorong pembatasan gawai dan revitalisasi permainan tradisional.

Baca Juga  Polisi Siap Amankan Jalur Balap Sepeda PON XXI dan Kirab Api PON di Sumut

Ketua Panitia Rasta Elya Ginting melaporkan kegiatan ini dilaksanakan Pemko bersama TP PKK Kota Pematangsiantar dengan dukungan Tanoto Foundation dan diikuti 54 peserta dari seluruh kelurahan di Pematangsiantar.

Dewan juri lomba yakni Hotman Damanik, Mannes Purba, dan Jayamin Sipayung.

Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata Sarunei dari budayawan Simalungun kepada Wali Kota Wesly Silalahi didampingi Ny. Liswati.

Turut hadir Sekda Junaedi Antonius Sitanggang, Forkopimda, staf ahli, asisten, pimpinan OPD, Dewan Pengawas Perumda Tirta Uli, para camat, lurah, dan perwakilan Tanoto Foundation.

Wesly berharap peringatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen melindungi hak anak, melestarikan budaya lokal, dan mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

“Selamat Hari Anak Nasional Tahun 2026. Anak Hebat, Indonesia Kuat. Merawat Tradisi Simalungun, Mengasuh Sepenuh Hati,” pungkasnya. (ril/th)