Model
EkonomiMingguanNasionalPolitikRegionalSeremonialSimalungun

Raji Ingin Dirikan Yayasan Disabilitas, Ubah Gerakan Pribadi Jadi Kolaborasi Sosial Ekonomi

111
×

Raji Ingin Dirikan Yayasan Disabilitas, Ubah Gerakan Pribadi Jadi Kolaborasi Sosial Ekonomi

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN | DIAN24NEW.COM
Reinhard Raji Manurung berencana mendirikan yayasan sebagai wadah menaungi penyandang disabilitas dan memperluas kegiatan sosial yang telah dilakukannya sejak 2022. Setelah hampir empat tahun bergerak dengan kemampuan pribadi, Raji ingin membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, pengusaha, dan pihak lain.

Rencana tersebut kelanjutan dari aktivitas sosial mandiri. Raji memanfaatkan pendapatan pribadinya sebagai content creator TikTok melalui akun SI OPPUNG_MANS. Sebagian hasil live digunakan untuk kegiatan sosial dengan mendatangi penyandang disabilitas dari rumah ke rumah hingga panti asuhan.

Aktivitas didokumentasikan dan diunggah di media sosial. Bagi Raji, dokumentasi menjadi bagian perjalanan mandiri yang menunjukkan kegiatan langsung kepada masyarakat sebagai upaya membangun kepercayaan.

Baca Juga  Polsek Bengkong Tangkap Perempuan 26 Tahun, Curi Motor di Apartemen Happy Green Town

Rencana yayasan berangkat dari kondisi kegiatan yang masih spontan dengan dana pribadi. Raji berharap wadah tersebut membuat kegiatan berkembang melalui kerja sama.

Ia ingin yayasan menggandeng pengusaha dan pemerintah melalui program CSR. Kolaborasi penting untuk membuka kesempatan lebih banyak pihak peduli disabilitas.

Perhatian Raji tidak hanya bantuan, tapi juga menyuarakan pemenuhan hak. Lulusan Universitas Simalungun Sarjana Hukum tersebut menyoroti UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Menurut Raji, regulasi tersebut belum sepenuhnya dirasakan. Ia menggambarkan UU 8/2016 masih seperti “tulisan hitam di atas putih”.

Namun, Raji tidak sepenuhnya menyalahkan regulasi. Ia mengajak masyarakat ikut mengambil bagian membangun kepedulian sesuai kemampuan masing-masing.

Baca Juga  Bupati Anton Saragih Gelar Pelayanan Publik Terpadu di Siboras, Komitmen Pembangunan Hingga ke Nagori

“Jangan tanya akan apa yang kamu dapat, tapi tanyalah dulu dirimu sendiri apa yang sudah kamu perbuat,” ujar Raji.

Secara politik sosial ekonomi, gerakan Raji mencerminkan model pemberdayaan inklusif berbasis ekonomi kreatif. Dari pendapatan digital TikTok menjadi modal sosial, kemudian didorong menjadi kelembagaan yayasan yang mengintegrasikan peran negara dan dunia usaha melalui CSR. Hal ini sejalan dengan amanat UU Disabilitas tentang pemenuhan hak, aksesibilitas, dan pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas.

Kini, pendirian yayasan menjadi cita-cita yang ingin dikembangkan sebagai jembatan memperluas kegiatan dan mempertemukan lebih banyak pihak dengan persoalan disabilitas, agar tidak berhenti sebagai gerakan pribadi melainkan menjadi gerakan kolaboratif berkelanjutan. (th)