Example 120x600
RegionalSeremonial

Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres Samosir Ajak Pelajar Berani Tolak Bullying

116
×

Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres Samosir Ajak Pelajar Berani Tolak Bullying

Sebarkan artikel ini

SAMOSIR | DIAN24NEW.COM
Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan SIK MH mengajak pelajar untuk berani menolak perundungan atau bullying serta membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan. Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Polisi Peduli Pendidikan di SMP Budi Mulia Pangururan, Senin 26/10/2026.

Kegiatan berlangsung di lapangan SMP Budi Mulia, Jalan Uskup Agung Sugiopranoto, Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, sebagai upaya Polres Samosir meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya perundungan sejak dini.

Kapolres hadir bersama Kasat Reskrim IPTU Antonyus Hutahaean SH MH, Kanit Idik 5 Satreskrim IPDA Bullet Mars Swanti Lumbanbatu SH, personel Satreskrim, personel Bagian SDM, serta Bhabinkamtibmas Desa Pardomuan I. Rombongan disambut Kepala SMP Budi Mulia Pangururan Br Fransiskus Sarwedi Sirait MPd bersama guru dan siswa.

Baca Juga  Diawali dengan Penggunaan Bahasa Inggris, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K Pimpin Apel Perdana

Kegiatan diawali upacara bendera dipimpin langsung Kapolres Samosir. Usai upacara suasana berlangsung interaktif ketika Kapolres mengajukan pertanyaan kepada siswa mengenai nama Kapolres Samosir dan Kapolri. Siswa yang menjawab benar mendapat hadiah cokelat sebagai pendekatan humanis kepolisian.

Usai upacara, Kapolres melanjutkan sosialisasi bertema “Stop Bullying, Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman, dan Bebas Perundungan.”

Para siswa dan guru diberikan pemahaman mengenai bentuk perundungan mulai dari fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying. Materi mencakup dampak perundungan terhadap korban, faktor pemicu kekerasan terhadap anak, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan siswa, guru, orang tua, dan kepolisian.

Para pelajar didorong berani melapor apabila mengalami atau menyaksikan perundungan, memberikan dukungan kepada korban, serta tidak ikut menjadi pelaku maupun membiarkan tindakan tersebut di lingkungan sekolah.

Baca Juga  Polres Samosir Gelar Apel Pasukan Ops Ketupat Toba 2026, Siap Amankan Mudik dan Idul Fitri

Antusiasme siswa terlihat saat sesi tanya jawab dipandu Kasat Reskrim IPTU Antonyus Hutahaean. Salah seorang siswa menanyakan apakah mengunggah ucapan ulang tahun melalui media sosial termasuk perundungan.

Kasat Reskrim menjelaskan ucapan ulang tahun pada dasarnya bukan perundungan karena bentuk penyampaian kebahagiaan. Namun konteks dan isi tulisan tetap perlu diperhatikan agar tidak mengandung unsur penghinaan.

Siswa lain menanyakan contoh perundungan yang kerap terjadi di sekolah. Kasat Reskrim menjelaskan tindakan mengejek teman karena kondisi fisik maupun merusak barang milik teman dapat menjadi bentuk perundungan yang harus dicegah. Sebagai apresiasi, Kasat Reskrim juga memberikan hadiah cokelat kepada pelajar yang berani bertanya.

Menutup kegiatan Kapolres berpesan agar menjadikan sekolah sebagai tempat mendukung proses belajar, pengembangan potensi diri, serta pencapaian cita-cita.

Baca Juga  Pemkab Simalungun Dukung Investasi Triliunan Cable Car Danau Toba, 60 Ha BPHTB Digratiskan

“Ingat, sekolah adalah tempat belajar dan mengembangkan potensi diri untuk meraih cita-cita, membangun masa depan. Meraih cita-cita bukan dengan merendahkan sesama. Jadilah teman yang saling melindungi, bukan menyakiti,” tegas AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan.

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan ini, Polres Samosir berharap pelajar semakin memahami bahaya perundungan dan mampu menerapkan sikap saling menghormati, toleransi, serta kepedulian terhadap sesama. (th/h/jenri Gultom)