SIANTAR – DIAN24NEW.com
Usai melakukan pemeriksaan di Kantor Inspektorat, pemeriksaan Kejaksaan Negeri Kota Pematangsiantar berlanjut ke Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Selasa 6 Agustus 2024 pagi.
Kedatangan 5 orang Intelijen Kejaksaan tersebut dipimpin Lamhot Siburian selaku Kasubsi Intelijen Kejaksaan Negeri Pematangsiantar
Lamhot Siburian, Usai keluar dari gedung BKD menemui sejumlah wartawan yang menunggu di luar gedung.
Lamhot mengatakan, pihaknya melakukan wawancara terhadap Raymond Sianipar selaku Kabid mutasi BKD.
“Kami barusan melakukan wawancara terhadap bapak Raymond Sianipar,” kata Lamhot.
Saat awak media menanyakan mengapa tidak pimpinan BKD yang diwawancarai, Lamhot berdalih karena pimpinan BKD tidak berada dikantor.
“Kebetulan pimpinan BKD nya tidak berada dikantor,” sambung Lamhot.
Kepala BKD sedang diluar kota.
“Kebetulan Kepala BKD gak ada dikantor,” kata Lamhot.
Dikatakannya, mereka akan melakukan koordinasi terhadap Kasintel Kejari selaku pimpinannya. “Hari ini kan bapak kasintel tidak ikut, maka Untuk langkah selanjutnya, kami berkordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan,” tandas Lamhot.
Ditempat yang berbeda, Raymond Sianipar ketika dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp seluler terkait kedatangan Intel Kejari mengatakan dalam rangka menanyakan persyaratan assessment.
“Menanyakan syarat asesment yang kemarin bang,” kata Raymond.
Selanjutnya, Awak media mencecar poin poin yang disampaikan jajaran Intel terhadap Kabid tersebut.
“Assessment tahun 2024 kemarin, berapa orang. Lima. Gitu aja bang. Sesuai dengan jabatan apa aja yang diumumkan tahapan tahapan assessment kemarin. Ya itu aja yang ditanya mereka bang,” Sebut Raymond.
Awak media menanyakan bagaimana jawaban yang disampaikan Kabid.
“Jawabannya fleksibel lah bang sesuai pertanyaan yang diajukan mereka,” katanya dengan penuh hati hati.
Saat ditanya terkait tanggapan Intel Kejari atas keberadaan kepala BKD yang tidak berada dikantor. Raymond mengaku tidak ada masalah.
“Tidak ada masalah saya yang menjawab pertanyaan mereka, karena yang ditanya cuma soal assessment dan ketepatan saya yang bagian itu,” katanya lagi.
“Mereka kan Ingin mengetahui terkait adanya kebenaran assessment itu,” tandas Raymond.
Editor. : Taman Haloho
Wsrtawan : A Sitorus







