Model
Politik

Survei Terbaru LSI, Paslon Nomor Urut 02, Mangatas dan Ade: 26% Ungguli Ketiga Paslon Lawannya 

43
×

Survei Terbaru LSI, Paslon Nomor Urut 02, Mangatas dan Ade: 26% Ungguli Ketiga Paslon Lawannya 

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.com

Pilkada serentak semakin dekat. Dalam hitungan hari, masyarakat akan menentukan pemimpin daerah masing-masing untuk lima tahun ke depan. Para pasangan calon (paslon) di seluruh Indonesia terus berkampanye secara masif, menawarkan visi, misi, dan program unggulan mereka.

Di Pematangsiantar, empat kandidat siap bersaing untuk merebut hati masyarakat.

Ketua EK-LMND Pematangsiantar, Yuda Cristafari, Mengatakan Berdasarkan survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dilakukan di 53 kelurahan dengan margin of error 3,4%, hasil dukungan terhadap paslon adalah sebagai berikut:

Paslon nomor urut 01, Wesly dan Herlina: 21%

Paslon nomor urut 02, Mangatas dan Ade: 26%

Paslon nomor urut 03, Susanti dan Ronald: 24%

Baca Juga  Masi Ada PR Untuk RHS Bangun Jalan Haranggaol Sampai Perbatasan Karo. Saragih: "Kami Masyarakat Haranggaol Wajib Pilih Kembali RHS-AZI"

Paslon nomor urut 04, Yan Santoso dan Irwan: 10%

Di tengah hiruk pikuk kampanye, Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Pematangsiantar mengajak seluruh masyarakat, khususnya kaum muda, untuk menggunakan hak pilih pada 27 November mendatang.

Yuda Cristafari, menegaskan pentingnya partisipasi pemuda dalam pilkada. 

“Teman-teman muda harus punya sikap dalam momentum pilkada ini. Jangan Golput, karena hal ini tidak baik untuk kehidupan berdemokrasi,” ujar Yuda Cristafari, 16 November 2024.

Yuda juga mengingatkan bahwa sikap apolitis di kalangan pemuda hanya akan memperburuk keadaan. 

“Jika pemuda di kota ini terjebak dalam apolitis, kita akan kehilangan kepekaan terhadap nasib masyarakat yang menggantungkan harapan mereka pada pilkada ini,” tambah Yuda.

Baca Juga  Girsang Sirpanganbolon Belum Inginkan  Radiapoh Digantikan, RHS - AZI Harus Menang

Ia mencontohkan kasus masyarakat Gurilla, kelompok petani yang sudah dua tahun terakhir berkonflik dengan PTPN III. Hingga kini, belum ada penyelesaian dari pemerintah sebelumnya. Menurutnya, masyarakat seperti Gurilla melihat pilkada sebagai harapan baru untuk mengakhiri konflik yang mereka alami.

“Hal ini harus menjadi perhatian bagi pemuda. Jangan lagi berpikir bahwa memilih atau tidak memilih itu sama saja. Kita harus melihat lebih luas, seperti masyarakat Gurilla yang menggantungkan harapan mereka pada pilkada ini,” tegas Yuda.

Ia juga mengingatkan bahwa siapa pun yang terpilih sebagai pemimpin Pematangsiantar harus segera menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di kota ini, termasuk konflik yang dialami masyarakat Gurilla.

Baca Juga  Pojok Pemilu Kepada Warga

“Kasus seperti yang dialami masyarakat Gurilla adalah aib besar bagi kita sebagai warga Pematangsiantar. Jangan sampai hal ini terus terulang. Kita harus bersama-sama mendorong pemimpin baru untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur,” tutupnya. 

 

Editor.          :     Taman Haloho

Wartawan.  :     A Sitorus