Model
EkonomiNasionalSeremonialSimalungunTeknologiUncategorized

Bupati Simalungun Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan, Usulkan Penguatan Irigasi dan Cetak Sawah Baru

112
×

Bupati Simalungun Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan, Usulkan Penguatan Irigasi dan Cetak Sawah Baru

Sebarkan artikel ini

 

SIMALUNGUN I DIAN24NEW.COM
Bupati Simalungun Dr H Anton Achmad Saragih hadiri Rapat Koordinasi Nasional Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian di Auditorium Gedung F Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin 20 April 2026.

Rakornas digelar sebagai antisipasi prediksi BMKG terkait ancaman kekeringan ekstrem 2026 sekaligus percepat program swasembada pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pimpin langsung rapat. Mentan tegaskan kunci ketahanan pangan saat ini bertumpu pada perluasan areal tanam lewat optimasi lahan dan pompanisasi masif di lahan tadah hujan.

Mentan instruksikan seluruh daerah lakukan mitigasi iklim nyata dengan penyediaan infrastruktur air memadai guna tingkatkan Indeks Pertanaman di tengah cuaca ekstrem.

Bupati Anton didampingi Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rinton Damanik, Kadis Pertanian Jenri Saragih, serta Plt Kepala Bapperida Alpian Denri Saragih. Kehadiran rombongan pastikan sinkronisasi data dan kesiapan teknis daerah jalankan instruksi pusat.

Baca Juga  Pemko Pematangsiantar Siap Amankan Natal dan Tahun Baru

Merespons arahan Mentan, Pemkab Simalungun sampaikan tiga usulan teknis: penguatan infrastruktur pengairan, peningkatan mekanisasi pertanian, dan rencana pembukaan lahan baru.

Di sektor pengairan, diusulkan dukungan pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, serta pemeliharaan jaringan irigasi tersier. Untuk efisiensi kerja, diusulkan alsintan berupa Traktor Roda 4 dan Hand Traktor.

Dukungan alsintan dinilai krusial percepat pengolahan lahan agar masa tanam efektif sebelum puncak kemarau.

Pemkab juga ajukan rencana cetak sawah baru di lokasi yang sudah verifikasi syarat teknis. Langkah ini untuk perluas areal produksi sehingga target swasembada pangan tetap tercapai di tengah tantangan perubahan iklim dan potensi kekeringan 2026. (***)