Model
Kebudayaan

Wali Kota Wesly Silalahi Hadiri Festival Waisak 2570 BE di Vihara Samiddha Bhagya, Tegaskan Makna Toleransi

73
×

Wali Kota Wesly Silalahi Hadiri Festival Waisak 2570 BE di Vihara Samiddha Bhagya, Tegaskan Makna Toleransi

Sebarkan artikel ini
Ket foto : Wali Kota Wesly Silalahi Hadiri Festival Waisak 2570 BE di Vihara Samiddha Bhagya, Tegaskan Makna Toleransi

SIANTAR I DIAN24NEW.COM
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn didampingi Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi menghadiri Malam Doa dan Festival Malam Waisak 2570 Buddhist Era BE di Vihara Samiddha Bhagya, Jalan Thamrin, Sabtu 31 Mei 2026 malam.

Dalam acara tersebut, Wesly bersama Ny Liswati dan Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak SH SIK MH menerima cenderamata Anumodana. Anumodana dari bahasa Pali berarti turut merasa senang atau memberikan apresiasi atas kebajikan orang lain. Dalam ajaran Buddha, istilah ini diucapkan sebagai syukur dan terima kasih setelah menerima berkah, Dhamma, atau berdana.

Wesly dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan keluarga besar Vihara Samiddha Bhagya atas penyelenggaraan kegiatan sarat nilai spiritual, persaudaraan, dan kepedulian sesama.

Baca Juga  Pemko Pematangsiantar Dukung Pemusnahan Barang Bukti 55 Perkara di Kejari, Tekankan Sinergi Jaga Kamtibmas

“Perayaan Waisak bukan hanya momentum keagamaan bagi umat Buddha, tetapi juga pengingat bagi kita semua tentang pentingnya nilai cinta kasih, toleransi, kebijaksanaan, serta hidup berdampingan dalam keberagaman. Kota Pematangsiantar dibangun di atas semangat kebersamaan, dan keberagaman adalah kekuatan yang harus terus kita rawat bersama,” katanya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum Waisak sebagai penguat komitmen menjaga kerukunan, keamanan, dan keharmonisan Kota Pematangsiantar. “Mari bersama mendukung pembangunan kota melalui semangat gotong royong, menjaga ketertiban, serta menciptakan lingkungan damai dan harmonis demi masa depan lebih baik,” ajaknya. Wesly juga mengucapkan selamat Hari Tri Suci Waisak kepada umat Buddha.

Ketua Panitia Dr Erbin Chandra SE MM mengatakan Waisak adalah momen sakral untuk merefleksikan pikiran, perbuatan, dan ucapan selama setahun terakhir, serta berkomitmen menjadi pribadi lebih baik setelah Pradaksina.

Baca Juga  PPTSB Gelar Acara Tahun Baruan, Perkuat Silaturahmi dan Budaya Masyarakat Simalungun

Erbin mengapresiasi dukungan Wali Kota Wesly Silalahi yang selalu hadir dalam setiap kegiatan Walubi. Berkat keberagaman dan kolaborasi di bawah kepemimpinan Wesly, Pematangsiantar kini berada di posisi keempat sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia.

“Jadi lilin ini melambangkan kebajikan yang harus selalu kita lakukan, seperti lilin yang mengorbankan dirinya untuk memberikan penerangan bagi siapapun tanpa mempedulikan etnis, suku, ras, dan gender, bahkan semua makhluk,” tuturnya.

Turut hadir Staf Ahli Bidang Pemerintahan Dra Happy Oikumenis Daely, Kepala Dinas Kominfo Johannes Sihombing SSTP MSi, Kabag Kesra Setdako Irwansyah Saragih SSos MSi, dan Kabid Pembinaan Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Jansarden Damanik SSTP MSi. (ril/th)