SIMALUNGUN I DIAN24NEW.COM
TP PKK Kabupaten Simalungun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk menindaklanjuti hasil pemantauan dan penilaian Program PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital) oleh Tim PKK Provinsi Sumatera Utara tahun 2026.
Rakor berlangsung Jumat 3/7/2026 di Aula Kantor Pangulu Nagori Dolok Maraja, Kec. Tapian Dolok, dipimpin Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Simalungun Sri Wahyuni.
Rapat ini bertujuan memperkuat pelaksanaan PAAREDI di Nagori Dolok Maraja yang ditetapkan sebagai Nagori Percontohan PKK mewakili Kabupaten Simalungun dalam penilaian tingkat provinsi.
Selain itu, Rakor juga menjadi langkah strategis menyusun rencana kerja lebih matang agar setiap indikator penilaian dapat dicapai maksimal melalui pendampingan terarah dan terpadu.
Hadir dalam kegiatan, pengurus TP PKK Kabupaten, perwakilan OPD terkait, Camat Tapian Dolok dan unsur Forkopimca, perwakilan BNN Kabupaten Simalungun, serta jajaran pengurus PKK tingkat kecamatan dan nagori.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagori (DPMN) Kabupaten Simalungun Hilde Saragih menjelaskan, pendampingan nagori percontohan mencakup 6 program prioritas PKK yang saling berkaitan:
1. KISAH – Keluarga Indonesia Sejahtera dan Harmonis
2. KRISAN – Keluarga Indonesia Sadar Narkoba
3. KISAK – Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan
4. KILAS – Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual
5. KIAT – Keluarga Indonesia Anti-Trafficking
6. PKBN – Pembinaan Kesadaran Bela Negara
“Seluruh program ini harus dijalankan bersama-sama agar memberi manfaat nyata bagi warga sekaligus meningkatkan kualitas Nagori Dolok Maraja sebagai nagori teladan,” ujar Hilde.
Sri Wahyuni menyebut hasil pemantauan tim provinsi menjadi dasar evaluasi bersama.
“Masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Untuk itu kami membagi peserta ke dalam kelompok kerja yang akan didampingi langsung OPD sesuai bidang tugasnya, agar setiap indikator penilaian dipenuhi lebih efektif dan terukur,” ungkapnya.
Langkah ini, lanjutnya, untuk memastikan Nagori Dolok Maraja siap menghadapi tahapan penilaian berikutnya dan memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Simalungun.
Melalui Rakor ini diharapkan terjalin sinergi kuat antara TP PKK Kabupaten, pemerintah kecamatan, pemerintah nagori, seluruh instansi pembina.
Kerja sama lintas sektor dinilai menjadi kunci utama menyukseskan Program PAAREDI sekaligus mengangkat peran perempuan dan keluarga dalam membangun daerah.
Dengan persiapan yang lebih terstruktur, Pemkab Simalungun menargetkan Nagori Dolok Maraja dapat menjadi contoh pelaksanaan program PKK yang berhasil di tingkat Provinsi Sumatera Utara. (ril/th)







