
SIANTAR I DIAN24NEW.COM
Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Pematangsiantar memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah melalui _Focus Group Discussion (FGD) Early Warning System (EWS) Cik Laila.
FGD digelar di Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar, Jalan H Adam Malik, Selasa 7/7/2026. Cik Laila merupakan singkatan dari Cek Informasi Kebutuhan Pengendalian Inflasi Terintegrasi.
Kegiatan dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Subrata Nata Lumbantobing SSTP MSP yang mewakili Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Subrata, Wali Kota Wesly menyampaikan apresiasi kepada Tim Aplikasi EWS dan perangkat daerah terkait.
Menurutnya, stabilitas harga bahan pokok adalah faktor penting yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat. Kenaikan yang tidak terkendali dapat menurunkan daya beli, meningkatkan angka kemiskinan, hingga mengganggu stabilitas sosial.
“Pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan hanya ketika harga sudah mengalami lonjakan. Yang lebih penting adalah kemampuan kita mendeteksi gejala-gejala awal, sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan sebelum permasalahan berkembang,” terangnya.
Subrata menegaskan EWS diharapkan mampu mengidentifikasi komoditas yang mulai menunjukkan indikasi kenaikan harga, gangguan pasokan, maupun potensi risiko inflasi ke depan. Dengan begitu TPID dapat mengambil langkah tepat dan terukur.
Ia mengajak BPS, BI, OPD, pengelola pasar, hingga akademisi memperkuat kolaborasi dalam penyediaan data, penyusunan indikator, validasi informasi, serta rekomendasi kebijakan.
“Saya berharap hasil FGD ini tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi menghasilkan rumusan aplikatif, metodologi kuat, indikator terukur, serta dapat diimplementasikan berkelanjutan sebagai instrumen pendukung pengambilan keputusan Pemko Pematangsiantar,” kata Subrata.
Ia juga menekankan EWS harus menjadi media informasi bagi pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha agar tercipta transparansi harga dan meningkatnya kepercayaan publik terhadap kebijakan pengendalian inflasi.
Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman menyebut FGD ini menjadi momentum memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui pemanfaatan data, sistem peringatan dini, dan protokol respons kebijakan yang lebih cepat.
“Koordinasi TPID tidak hanya bersifat responsif, tetapi semakin preventif dalam membaca potensi tekanan harga sejak dini,” ujarnya.
Ahmadi memaparkan, inflasi Kota Pematangsiantar periode terakhir tercatat deflasi -0,07% (mtm) dipengaruhi _base effect. Namun tekanan inflasi tahunan, terutama dari kelompok volatile food, masih perlu dicermati karena sensitif terhadap pasokan.
Untuk itu BI menginisiasi dashboard EWS berbasis Excel dengan data survei PIHPS Kota Pematangsiantar sebagai basis pemantauan harga harian. Sistem ini juga memperhitungkan andil inflasi sehingga prioritas intervensi dapat diarahkan pada komoditas paling berdampak.
BI juga menggunakan Model ALPS atau Alert for Price Spikes untuk mendeteksi potensi lonjakan harga dengan membandingkan harga aktual terhadap harga normal, tren jangka panjang, dan pola musiman.
“Hasil pengolahan EWS melalui Python dapat menghasilkan grafik dan indikator yang memudahkan TPID membaca pergerakan harga. Ke depan EWS diharapkan menjadi dasar pelaksanaan operasi pasar, Gerakan Pangan Murah, sidak pasar, dan komunikasi publik,” jelas Ahmadi.
Ia menambahkan Pemko telah menginisiasi EWS inflasi melalui portal TPID. Sinergi antar-OPD menjadi kunci, mulai dari input data Disperindag, pengelolaan informasi oleh Diskominfo, hingga tindak lanjut kebijakan oleh TPID.
Subrata menutup dengan menegaskan penguatan EWS sejalan dengan visi Pemko Pematangsiantar untuk mewujudkan kota yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
“Melalui kolaborasi erat, pemanfaatan teknologi informasi, dan penguatan kualitas data statistik, Kota Pematangsiantar akan memiliki sistem pengendalian inflasi yang responsif, adaptif, dan berbasis bukti,” tandasnya.
FGD turut menghadirkan narasumber Dekan Fakultas Pertanian USU Dr Rulianda Purnomo Wibowo SP MEc. (ril/th)







