Model
PematangsiantarKriminalMingguanNasionalPeristiwaRegional

Tragis! Lansia 70 Tahun Tewas Diduga Dibunuh Anak Kandungnya di Tomuan Siantar Timur

112
×

Tragis! Lansia 70 Tahun Tewas Diduga Dibunuh Anak Kandungnya di Tomuan Siantar Timur

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.COM
Warga Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar digemparkan dengan penemuan sesosok jasad wanita lanjut usia di dalam rumahnya, Rabu 8/7/2026.

Korban diketahui bernama Pinim Sirait, 70 tahun. Ia diduga tewas akibat tindak kekerasan yang berujung pembunuhan. Dugaan sementara mengarah kepada anak kandung korban sendiri.

Penemuan jasad bermula saat sejumlah tetangga mendatangi rumah korban. Selama ini Pinim Sirait diketahui tinggal berdua bersama anak perempuannya yang merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Warga bernama Ambarita mengaku curiga sejak awal. “Diduga kuat memang anaknya yang membunuh orang tuanya. Korban ini sehari-hari tinggal berdua saja sama anak perempuannya itu,” ujarnya di lokasi kejadian.

Baca Juga  Ssst, Wali Kota Siantar punya Mobil Dinas Baru. Jenis Jeep, Seharga Rp 900 Juta Coy!

Warga lain, Sinaga, membenarkan sebelumnya sempat terdengar suara keributan dari dalam rumah. “Memang anaknya itu ada kurangnya. Awalnya itu sempat ada pertengkaran hebat antara anak ini dengan ibunya,” tambahnya.

Kapolsek Siantar Timur IPTU Edy JJ Manalu membenarkan adanya laporan tersebut. “Tadi pagi kami menerima laporan dari masyarakat tentang adanya temuan mayat seorang perempuan,” ungkapnya saat diwawancarai di lokasi.

Petugas kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak kepolisian juga membenarkan dugaan pelaku adalah kerabat dekat korban yang mengalami gangguan jiwa. Saat ini pelaku telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga  Perempuan 53 Tahun Ditemukan Meninggal di Kios, Barang Berharga Diduga Hilang

Hingga berita ini ditulis, lokasi kejadian masih dijaga petugas dan dipadati warga. Polisi terus mendalami motif pasti di balik peristiwa tragis tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perhatian dan pendampingan bagi keluarga yang memiliki anggota ODGJ, agar kejadian serupa tidak terulang. (th)