BATAM I DIAN24NEW.COM
PT Capella Dinamik Nusantara selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Kepulauan Riau mengingatkan masyarakat agar tidak membonceng anak di bagian depan sepeda motor. Posisi tersebut dinilai berisiko tinggi karena mengganggu kendali pengendara dan meningkatkan potensi cedera saat pengereman mendadak maupun kecelakaan.
Edukasi ini disampaikan melalui kampanye keselamatan berkendara Cari Aman. Fokusnya adalah meningkatkan pemahaman orang tua tentang cara membawa anak dengan sepeda motor yang lebih aman.
Safety Riding Instructor Main Dealer Capella Honda Kepri, Christofer Valentino, mengatakan masih banyak orang tua yang menempatkan anak di depan karena dianggap lebih praktis atau agar anak bisa melihat perjalanan.
“Padahal, posisi tersebut sangat berisiko. Anak bisa terbentur saat pengereman mendadak, mengganggu kendali sepeda motor, bahkan mengurangi fokus pandangan pengendara,” kata Christofer.

Christofer merinci 7 hal penting yang perlu diperhatikan orang tua:
1. Gunakan helm SNI
Anak wajib memakai helm berstandar SNI dengan ukuran pas. Pengendara dan pembonceng sama-sama berisiko cedera, sehingga keduanya harus menggunakan perlengkapan keselamatan.
2. Duduk di kursi belakang
Anak harus duduk di belakang dengan posisi tegak, menempel pada pengendara, dan mampu berpegangan dengan baik agar keseimbangan terjaga.
3. Pastikan fisik anak siap
Kaki anak harus mampu menjangkau pijakan kaki, dan tangannya kuat memegang pengendara. Bila perlu gunakan sabuk pembonceng khusus anak sebagai perlindungan tambahan.
4. Hindari akselerasi dan pengereman mendadak
Anak belum memiliki kemampuan menjaga keseimbangan sebaik orang dewasa. Perubahan kecepatan mendadak meningkatkan risiko terjatuh.
5. Sesuaikan kecepatan
Sesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan lalu lintas. Hindari manuver berisiko serta jaga jarak aman dengan kendaraan lain.
6. Perhatikan durasi dan kondisi anak
Perhatikan durasi perjalanan, cuaca, dan kondisi fisik anak. Untuk perjalanan jauh, sebaiknya berhenti sejenak agar anak beristirahat.
7. Ajak berkomunikasi
Pastikan anak tetap nyaman, tidak mengantuk, haus, atau menunjukkan tanda kelelahan selama perjalanan.
“Keselamatan anak tidak hanya ditentukan oleh perlengkapan berkendara, tetapi juga perilaku pengendara di jalan. Saat membawa anak, tanggung jawab kita menjadi lebih besar. Karena itu, selalu terapkan budaya Cari Aman, patuhi peraturan lalu lintas, dan utamakan keselamatan dalam setiap perjalanan,” tegas Christofer.

Sales Manager Main Dealer Capella Honda Kepri, Duri Yanto, menambahkan keselamatan harus menjadi perhatian utama, terutama saat membawa anak yang kondisi fisiknya berbeda dengan orang dewasa.
“Edukasi keselamatan bukan hanya tentang mematuhi aturan lalu lintas, tetapi juga membangun kebiasaan yang dapat melindungi seluruh anggota keluarga,” kata Duri Yanto.
Ke depan, edukasi keselamatan berkendara akan terus digencarkan Capella Honda Kepri melalui kampanye Cari Aman, pelatihan safety riding, serta sosialisasi ke komunitas dan sekolah. (th/gs)







