SIANTAR | DIAN24NEW.COM
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Fidelis Edy Suranta Sembiring SSTP MSi menyerahkan piala juara 1 Wali Kota Cup I Tahun 2026 Festival Band Rohani Tingkat Kota Pematangsiantar, di Lantai 1 Suzuya Merdeka Mall, Jalan Merdeka, Senin 31/8/2026 sore.

Meski disebut ajang pembinaan generasi muda, kegiatan yang digelar di pusat perbelanjaan ini menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai Pemko belum memberikan dukungan anggaran dan fasilitas yang memadai untuk pengembangan musik rohani secara berkelanjutan.
Fidelis yang mewakili Wesly menyampaikan apresiasi atas lancarnya kegiatan.
“Atas nama Pemerintah Kota Pematangsiantar, saya menyampaikan penghargaan kepada panitia serta seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan ini,” katanya.
Ia menyebut Wali Kota Cup I bukan hanya lomba, tetapi wadah generasi muda menyalurkan bakat dan kreativitas. Fidelis juga berharap lahir musisi rohani berkualitas dari Siantar.
“Yang lebih penting lagi, semangat kompetisi hendaknya tetap dibangun dalam suasana persaudaraan. Menang dan kalah adalah bagian dari perlombaan,” ujarnya.
Namun hingga kini belum ada kejelasan program lanjutan dari Pemko untuk membina band-band rohani pemenang. Kegiatan ini baru kali kedua dilaksanakan BKAG dan sepenuhnya mengandalkan dukungan sponsor serta pengelola mall.

Ketua Umum BKAG Nasional Pdt Dr Maruba Sinaga SH MH bersyukur kegiatan berjalan aman dan penuh sukacita. Ia mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Wesly, Forkopimda, gereja, pengelola Suzuya, sponsor, dan panitia.
“Selamat kepada para pemenang. Bagi yang belum meraih juara, jangan berkecil hati. Karena sesungguhnya, kemenangan terbesar adalah ketika talenta yang Tuhan berikan dapat dipersembahkan untuk kemuliaan nama-Nya,” katanya.
Maruba berharap festival ini bukan hanya berhenti sebagai perlombaan, tetapi menjadi momentum mempererat persaudaraan dan membangun generasi muda Kristen yang kreatif.
Penasehat BKAG Kota Pematangsiantar Pdt Sonerbin Simangunsong berharap kegiatan ini masuk kalender kolaborasi BKAG dan Pemko. Sementara Ketua BKAG Kota Pematangsiantar Pdt Bangun Sitanggang MTh mengapresiasi dukungan Wesly.
“Luar biasa yang mau men-support acara ini. Kami bersyukur, memiliki pendeta yang hebat-hebat dan totalitas membangun integritas,” katanya.
Fakta kegiatan dilaksanakan di lantai 1 pusat perbelanjaan menimbulkan pertanyaan. Minimnya gedung kesenian milik Pemko membuat event musik rohani terpaksa menumpang di ruang komersial.
Padahal menurut Fidelis, Pematangsiantar kaya keberagaman dan kehidupan keagamaan kuat. “Karena itu, kegiatan seperti ini sangat baik untuk mempererat tali persaudaraan,” tukasnya.
Tanpa alokasi APBD khusus dan venue representatif, kekhawatiran muncul bahwa Wali Kota Cup hanya akan menjadi agenda seremonial tahunan tanpa dampak nyata bagi pembinaan musik rohani di kota ini.
Tampak hadir, Ketua PGPI-P Kota Pematangsiantar Pdt Dr Jahara Sitinjak dan Wakil Direktur III RSUD dr Djasamen Saragih Ari Kalpikaningtyas Umastuti SP MM. (ril/th)







