SIMALUNGUN | DIAN24NEW.COM
Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih melakukan peninjauan langsung proses rekonstruksi dan pengaspalan ruas jalan sepanjang 5,6 kilometer di Kecamatan Gunung Maligas, Senin 31/8/2026.

Ruas Jalan Perumnas Batu VI–Karang Sari itu disebut penghubung vital antara Kecamatan Bosar Maligas dengan Kecamatan Siantar. Namun hingga kini warga menilai pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut masih berjalan lambat dan tidak merata.
Dalam peninjauan, Bupati didampingi Kepala Dinas PUTR Ir. Hotbinson Damanik dan Camat Gunung Maligas Ayu Rukyah Nasution.
“Hari ini kita monitoring rekonstruksi jalan yang ada di Kecamatan Gunung Maligas, tepatnya di Nagori Karang Anyar. Kita ingin memastikan proses pengaspalan berjalan dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi, sehingga kualitas jalan ini dapat bertahan lama,” ujar Bupati di lokasi.
Kepala Dinas PUTR Hotbinson Damanik menjelaskan pengaspalan dilakukan bertahap. Tahap pertama baru sepanjang 1,4 km dari total 5,6 km dengan lebar badan jalan 3,5 meter.

Selain pengaspalan, pemerintah juga membangun gorong-gorong dan drainase agar konstruksi lebih kuat dan umur layanan lebih panjang.
Keterbatasan progres ini yang menjadi sorotan warga. Dengan panjang 5,6 km, warga berharap pekerjaan tidak berhenti di tahap awal dan benar-benar tuntas sesuai target.
Bupati menegaskan pembangunan jalan adalah komitmen Pemkab Simalungun dalam pelayanan kepada masyarakat. Ia menyebut jalan yang baik akan memperlancar mobilitas dan mendorong roda perekonomian.
“Kita berharap setelah jalan ini selesai, mari kita bersama-sama merawat dan menjaganya. Jalan ini harus memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, memperlancar mobilitas, serta mendukung roda perekonomian,” katanya.
Bupati juga menekankan infrastruktur harus berdampak nyata, termasuk mempermudah akses ke potensi ekonomi dan objek wisata di Simalungun. Salah satunya Pemandian Karang Anyar di Nagori Karang Anyar yang disebut Pangulu Safii memiliki potensi wisata unggulan.

“Kami atas nama masyarakat Nagori Karang Anyar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Bupati Simalungun yang telah memperhatikan kondisi jalan kami. Sekarang jalan kami sudah diperbaiki dengan baik,” ujar Safii.
Namun di balik apresiasi itu, warga juga menitipkan harapan agar perbaikan tidak hanya seremonial. Mereka meminta Pemkab memastikan kualitas aspal, drainase, dan perawatan berkala agar jalan tidak cepat rusak seperti proyek-proyek sebelumnya.
Pemerintah Kabupaten Simalungun menyatakan berkomitmen mendorong pembangunan infrastruktur secara bertahap dan berkelanjutan untuk meningkatkan konektivitas, akses ekonomi, dan sektor pariwisata.
Tantangannya, dengan anggaran daerah yang terbatas dan panjang jalan yang masih harus dikebut 4,2 km lagi, publik menunggu apakah proyek ini akan selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi, atau kembali menjadi janji politik yang menggantung. (ril/th)







