Example 120x600
MingguanNasionalPematangsiantarPeristiwaPolitikRegionalSeremonialSimalungun

Perangi Hoaks, SMSI dan RRI Teken MoU Penguatan Kompetensi Media

52
×

Perangi Hoaks, SMSI dan RRI Teken MoU Penguatan Kompetensi Media

Sebarkan artikel ini

 

JAKARTA | DIAN24NEW.COM
Peredaran informasi palsu atau hoaks yang semakin deras di ruang digital mendorong Serikat Media Siber Indonesia SMSI dan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia LPP RRI memperkuat kolaborasi.

Kerja sama ditandai penandatanganan nota kesepahaman MoU antara SMSI dan RRI di Ruang Rapat Direktur Utama RRI Jakarta, Senin 26/10/2026. Kolaborasi diarahkan pada penanggulangan hoaks sekaligus peningkatan kompetensi insan media.

Ketua Umum SMSI Firdaus mengatakan kerja sama merupakan manifestasi gagasan bersama Dirut RRI dan dirinya untuk menghadapi persoalan hoaks yang semakin kompleks.

“Kolaborasi ini merupakan manifestasi dari gagasan Dirut RRI dan Ketum SMSI untuk melawan hoaks,” kata Firdaus.

Kolaborasi akan diwujudkan melalui sejumlah program antara lain Training of Trainers ToT, Uji Kompetensi Wartawan UKW, serta penyebaran informasi pembangunan.

Firdaus menyebut SMSI saat ini menaungi ribuan media siber termasuk media startup atau rintisan yang tersebar di berbagai daerah. Jaringan tersebut dapat menjadi kekuatan membantu menyebarluaskan informasi pembangunan.

Baca Juga  Musrenbang RPJMD Tahun 2025-2029, Bupati: "Bersama Semangat Baru Mewujudkan Simalungun Maju"

“Media startup atau media rintisan yang tergabung dalam SMSI sebanyak 3.181 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia mendukung program penyebaran informasi pembangunan,” ujarnya.

SMSI juga mendukung pengintegrasian RRI dan TVRI menjadi platform global sebagai kekuatan pemerintah dalam menjangkau masyarakat lebih luas.

Menurut Firdaus persoalan hoaks tidak cukup dihadapi hanya dengan membantah setelah beredar. Dibutuhkan ekosistem media yang kompeten, profesional, serta mampu melakukan verifikasi.

Karena itu peningkatan kompetensi wartawan menjadi prioritas kerja sama SMSI-RRI.

Sementara itu Direktur Utama LPP RRI Hendrasmo mengatakan kerja sama dengan SMSI merupakan bagian dari upaya bersama menghadapi tantangan ekosistem informasi digital.

“Hari ini kita kedatangan tokoh pers dan kita hadir dalam proyek yang lebih besar yaitu bersama-sama menanggulangi hoaks,” kata Hendrasmo.

Baca Juga  Bupati Simalungun Bersama Forkopimda Hadiri HUT Ke 57 Kodam I/BB

Hendrasmo menjelaskan tantangan informasi saat ini tidak hanya menyangkut media besar. Media kecil dan rintisan juga memiliki peran penting membentuk ekosistem informasi publik. RRI dan SMSI akan mendorong peningkatan kompetensi agar media mampu menghasilkan konten berkualitas.

Ketua Dewan Pers Prof Dr Komaruddin Hidayat yang hadir menyoroti perubahan besar pola masyarakat memperoleh informasi. Dulu informasi melalui tulisan melewati proses produksi panjang dan seleksi, media memiliki identitas dan penanggung jawab. Kini media sosial menjadi ruang publik yang sangat besar.

“Dulu informasi dikuasai oleh media massa, terakreditasi, terseleksi dan terverifikasi. Sekarang media sosial memenuhi ruang publik,” ujarnya.

Komaruddin mengingatkan derasnya arus informasi tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas pengetahuan. Di ruang digital informasi benar bercampur dengan yang belum terverifikasi, sensasi, bahkan penipuan. Algoritma platform digital perlahan membentuk pola konsumsi informasi.

Baca Juga  Usai ke Panti Asuhan Margarita, H-1 Pelantikan, SMSI Siantar-Simalungun dan BI Kembali Gelar “Berbagi Kasih” di Panti Asuhan Taruna Melati

“Algoritma itu sebelumnya menjajah tanpa paksaan, mengendalikan tanpa paksaan,” kata Komaruddin.

Ia menilai kemampuan memeriksa dan mempertanyakan informasi menjadi semakin penting agar masyarakat tidak mudah terbawa emosi yang dibangun konten digital. Kerja sama lembaga publik seperti RRI dengan organisasi perusahaan media seperti SMSI penting untuk membangun ekosistem informasi yang lebih sehat.

Acara turut dihadiri Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, Anggota Dewas LPP RRI Enderiman Butar Butar, Direktur PP LPP RRI Mistam, Dewan Penasehat SMSI Pusat Prof Dr Taufiqurochman, Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Theodorus Dar Edi Yoga, serta Wakil Ketua Umum SMSI Bidang Usaha Media Siber dan Pengembangan Teknologi Digital Ilona Juwita.

Hadir pula Kepala Stasiun RRI Jakarta Ir M Bugi Hidayat, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi RRI Ade Irosadi, serta Kepala Pusat Pemberitaan RRI Yuliana Marta Doky. (ril)