Example 120x600
Nasional

Geger Isu Pelecehan di SMPN 3 Pematangsiantar, Keluarga Korban Trauma. Turun Langsung, Kadisdik: Belum Bisa Menyimpulkan & Akan Pantau Terus

87
×

Geger Isu Pelecehan di SMPN 3 Pematangsiantar, Keluarga Korban Trauma. Turun Langsung, Kadisdik: Belum Bisa Menyimpulkan & Akan Pantau Terus

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 34;

SIANTAR | DIAN24NEW.COM
Dunia pendidikan di Kota Pematangsiantar kembali menjadi sorotan. Kali ini digegerkan informasi terjadi dugaan pelecehan seksual terhadap siswi SMP 3 Pematangsiantar oleh oknum Guru di Jalan Lagu Boti, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar.

Menurut informasi beredar dilapangan yang berhasil dikumpulkan, seorang oknum guru berinisial T disebut telah mendapat sanksi skorsing dari Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar terkait persoalan tersebut.

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pematangsiantar juga disebut telah melakukan asesmen dan pendampingan terhadap anak yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Persoalan kemudian berkembang. Muncul dugaan intimidasi terhadap siswi. Seorang oknum guru berinisial US bersama beberapa guru lainnya disebut mendatangi ruang kelas dan meminta sejumlah siswi untuk tidak memberikan keterangan terkait persoalan tersebut.

Pihak keluarga menyatakan keberatan atas dugaan intimidasi tersebut dan akan menempuh jalur hukum dengan melapor ke Unit PPA Polres Pematangsiantar apabila hal serupa masih terjadi.

Baca Juga  Polres Samosir Ungkap 7 Kasus Tindak Pidana, dari Penebangan Liar hingga Curanmor

Keluarga juga menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi psikologis anak. Sejumlah siswi disebut mengalami ketakutan dan trauma sehingga membutuhkan pendampingan serius.

Kepala Sekolah SMP 3 Pematangsiantar P Gultom, belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut. “Maaf Pak, saya merasa kurang tepat menanggapi lewat WA. Mohon pengertiannya. Terima kasih Pak,” tulisnya dalam pesan singkat WA, membalas konfirmasi Dian24New.Com, Minggu (25/10/2026).

“Izin ya Pak. Lagi ada urusan di luar. Besoklah di sekolah. Terima kasih,” ucapnya kembali membalas konfirmasi Dian24New.Com, yang meminta waktu untuk bertemu guna konfirmasi, Senin (26/10/2026). Hal ini kasek P Gultom berupaya menghindari wartawan untuk dikonfirmasi soal kasus dugaan Pelecehan di SMPN 3 Pematangsiantar tersebut.

Turun Langsung, Kadisdik : Belum Bisa Menyimpulkan & Akan Pantau Terus

Baca Juga  PAM Tirta Lihou Unit Totap Majawa Diduga Kutip Pasangan Pelanggan Baru Hingga 3, 5 Juta dan dan Diskriminasi Terhadap Pegawai

Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar melakukan pengumpulan bukti atas isu pelecehan seksual yang beredar dari lingkungan SMP Negeri 3 Kota Pematangsiantar, Kepala Dinas Pendidikan Syaiful Rizal langsung turun ke sekolah, Jumat (23/10/2026)

Pantauan wartawan di lapangan, kondisi sekolah terpantau normal. Aktivitas belajar mengajar berlangsung tanpa kendala maupun pengaruh isu tersebut.

Kadis Pendidikan Syaiful Rizal menyampaikan pihaknya belum bisa menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi.

“Ini masih penggalian informasi lah ini. Kami juga nggak bisa menyimpulkan apa sebenarnya. Jadi gurunya cewek dan korban pelajar itu tiga orang cewek juga,” kata Syaiful.

Kronologi awal, kata Syaiful para siswi tersebut merasa keberatan dengan hukuman yang diberikan oleh guru perempuan mereka. Namun tak ada bukti kekerasan yang dimaksud dalam tubuh siswi.

Baca Juga  Jembatan Penghubung Dua Dusun di Air Batu Asahan Rusak, Diduga Dirusak Oknum Tak Bertanggung Jawab

Dalam kasus ini Dinas Pendidikan menggandeng Unit PPA Polres Pematangsiantar dan Dinas Sosial. Namun hingga pertemuan dengan Kepala Sekolah, siswi yang keberatan hingga orangtua bersepakat kasus diselesaikan secara internal sekolah.

“Karena dari laporan yang kami terima ada juga yang kontradiktif menyampaikan bahwa kasus itu tidak benar. Ketiga siswi sudah ditanyai dan tidak ada yang benar ke area sensitif,” kata Syaiful.

Dinas Pendidikan menyebut dalam penanganan kasus ini tidak ada intimidasi terhadap pihak mana pun. Justru apabila ada perkembangan terbaru maupun laporan dari para siswa dan orangtua/wali, Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar sangat terbuka untuk menerima laporan.

Syaiful menegaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan dan tidak menutup kemungkinan membuka kembali penanganan jika ada bukti baru yang muncul. (int/th)