SIMALUNGUN | DIAN24NEW.COM
Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia DP MUI Kabupaten Simalungun Masa Bhakti 2026-2031 resmi dikukuhkan Ketua DP MUI Provinsi Sumatera Utara Dr H Maratua Simanjuntak MA. Acara berlangsung di Gedung MUI Simalungun Jalan Asahan Kecamatan Siantar Sabtu 31/10/2026.
Pengukuhan menjadi momentum bersejarah bagi ulama Simalungun untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, membangun sinergi ulama dan umaro, serta berperan aktif mewujudkan masyarakat Simalungun yang maju, harmonis, dan berakhlak.
Rangkaian diawali dialog keumatan oleh Ustadz H Latif Khan, pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Mhd Asri Nasution, menyanyikan Indonesia Raya, serta doa dipimpin Kiyai Sri Moelyono Hermawan.
Ketua Panitia Yardi SAg menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung acara termasuk Bupati Simalungun yang memberikan masukan, saran, serta dukungan penuh.
Pengurus DP MUI Simalungun dikukuhkan berdasarkan SK DP MUI Provinsi Sumut Nomor Kep-073/DP-P II/IX/2026. Sebagai Ketua Umum H Ikhwanuddin Nasution didampingi tiga Wakil Ketua Umum H Chairul Anwar, H Tugio, dan Buya Erawadi.
Sekretaris Umum H Riswansyah Hasibuan didampingi sebelas Sekretaris Bidang, sedangkan Bendahara Umum H Nursamsi Adnan dibantu H Girun dan H Ibnu Habibi Lubis.
Kepengurusan dilengkapi berbagai Komisi yang dikukuhkan berdasarkan SK DP MUI Simalungun Nomor Kep-003/MUI-Sim/IX/2026 meliputi Komisi Fatwa, Komisi Dakwah, Komisi Ukhuwah Islamiyah, Komisi Pendidikan dan Pesantren, Komisi Pengkajian dan Penelitian, Komisi Pemberdayaan Ekonomi, Komisi Hukum dan HAM, Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga, Komisi Informasi Komunikasi dan Digitalisasi, Komisi Kerukunan Antar-Umat Beragama, serta Komisi Sosial dan Penanggulangan Bencana.
Ketua DP MUI Sumut Dr H Maratua Simanjuntak MA menyampaikan kepengurusan MUI amanah besar bagi ulama untuk mengabdikan ilmu, tenaga, dan pikiran demi kemajuan umat.
Maratua mengingatkan agar pengurus menjaga masjid sebagai lambang keislaman, menjaga kerukunan umat beragama, serta berkoordinasi dengan seluruh unsur agar masalah keagamaan di wilayah ditangani terarah.
“MUI bukan semata-mata bergantung pada pemerintah, melainkan harus hadir menjadi payung bagi umat. Mari kita salurkan ilmu dan fikiran untuk kemajuan umat Islam di Simalungun,” tegasnya.
Sementara Ketua DP MUI Simalungun H Ikhwanuddin Nasution menyatakan pengukuhan ini amanah sekaligus amal jariyah. Ia mengajak seluruh pengurus tidak terfokus pada jabatan melainkan berorientasi pada ridha Allah SWT.
“Tema kita adalah Sinergi Ulama dan Umaroh dalam Mewujudkan Simalungun yang Maju, Harmonis dan Berakhlak. MUI harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan ketenangan, membangun kerukunan, serta bersinergi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Simalungun H Ki Darjad Purba mengajak jajaran pengurus bersatu dan bersinergi memajukan MUI serta Kabupaten Simalungun.
Bupati Simalungun Dr H Anton Achmad Saragih menyampaikan peran ulama sangat strategis menjaga moral dan akhlak masyarakat. Dengan jumlah penduduk hampir satu juta jiwa diperlukan sinergi kuat MUI dan Pemkab untuk mewujudkan Habonaron Do Bona.
“Mari kita tidak mempermasalahkan perbedaan, melainkan bersatu untuk membangun Simalungun. MUI harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan dan kemajuan daerah,” tegas Bupati.
Acara ditutup penyerahan berita acara serah terima kendaraan roda empat sebagai sarana mobilisasi DP MUI Kabupaten Simalungun dari Pemkab Simalungun kepada MUI Simalungun.
Hadir unsur Forkopimda, Ketua DPRD Simalungun Sugiarto, Sekda Mixnon Andreas Simamora bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah, para camat, ulama, pengurus Ormas Islam, serta undangan lainnya. (ril/th)








