Model
Pematangsiantar

Pura-pura Jadi Pelanggan Bayar WIFI, Maling Tas Karyawan Hydra Net di Kota Pematangsiantar Ditangkap Warga

130
×

Pura-pura Jadi Pelanggan Bayar WIFI, Maling Tas Karyawan Hydra Net di Kota Pematangsiantar Ditangkap Warga

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.com

Aksi pencurian dengan modus berpura-pura jadi pelanggan yang mau membayar tagihan wifi terjadi di Jalan Seram Bawah, Kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sabtu (10/5/2025) sekitar pukul 19.00 WIB. 

Seorang pemuda nekat mencuri tas selempang milik salah satu karyawan Hydra Net yang berisi uang tunai Rp1,3 juta serta satu unit ponsel Samsung senilai Rp2 juta. Pelaku akhirnya ditangkap setelah dikejar warga hingga ke Jalan Sunda, lalu diserahkan ke polisi sekitar pukul 20.45 WIB.

Peristiwa bermula saat pelaku datang ke kantor Hydra Net, penyedia layanan internet lokal yang berlokasi di Jalan Seram Bawah Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat Kota Pematamgsiantar. Pelaku berpura-pura menjadi pelanggan yang hendak membayar tagihan. Namun saat suasana di kantor sedang ramai, pelaku mengamati tas selempang korban yang diletakkan di kursi dekat meja resepsionis.

Anto, korban sekaligus teknisi Hydra Net yang saat itu sedang bertugas, menceritakan kronologi kejadiannya.

Baca Juga  AMB Siantar-Simalungun Laporkan Chairuddin Lubis ke DPRD Siantar, "Ijazah Paket C Bermasalah?"

“Pelaku datang seperti pelanggan biasa, katanya mau bayar tagihan. Tapi tiba-tiba, saat suasana agak lengah, dia langsung ambil tas dan kabur,” kata Anto kepada awak media saat ditemui di kantor Polsek Siantar Barat, Sabtu (10/5/2025).

Dalam tas itu, terdapat uang tunai sebesar Rp1,3 juta serta sebuah ponsel Samsung milik Anto.

Begitu menyadari barangnya dicuri, korban berteriak minta tolong. Anto dan beberapa warga yang berada di sekitar lokasi langsung mengejar pelaku. Kejar-kejaran berlangsung dari Jalan Seram Bawah hingga ke Jalan Sunda, kawasan yang cukup padat warga dan lalu lintasnya.

“Kami kejar terus sambil teriak ‘maling!. Pelaku panik dan sempat tersandung. Warga yang ikut bantu juga berhasil menghadang,” ungkap Anto.

Setelah tertangkap, pelaku sempat dipukuli massa hingga mengalami luka ringan. 

“Namun situasi segera dikendalikan setelah pihak kepolisian dari Polsek Siantar Barat datang ke lokasi dan mengamankan pelaku,” sebut Anto.

Baca Juga  Massa Pedang Demokrasi Desak Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembelian Rumah Singgah Covid-19 Rp14 M di Pematangsiantar

BRIPKA Eduard Sitompul, anggota Polsek Siantar Barat yang menerima laporan dan langsung mendatangi tempat kejadian perkara, membenarkan penangkapan tersebut.

“Kami terima laporan pukul 20.45 WIB dan segera menuju lokasi. Pelaku sudah diamankan warga di sekitar Jalan Sunda. Sekitar pukul 21.00 WIB, pelaku dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang Eduard.

Polisi telah mengamankan barang bukti berupa tas selempang, uang tunai yang tersisa, dan ponsel milik korban. Namun sebagian uang disebut telah digunakan oleh pelaku untuk membeli sesuatu sebelum tertangkap.

Anto, mengaku syok namun bersyukur barang berharganya bisa kembali.

“Saya sempat panik, uang itu mau saya gunakan buat bayar sewa rumah. Untung saja bisa ditemukan lagi. Saya harap pelaku bisa diproses sesuai hukum,” ucap Anto.

Baca Juga  Maaf Ibu Bebaskan Anak Durhaka di Pematangsiantar dari Jeratan Hukum

“Polisi kini sedang mendalami latar belakang pelaku, termasuk kemungkinan keterlibatannya dalam aksi kriminal lain dengan modus serupa,” lanjutnya.

Eduard juga mengimbau masyarakat, khususnya pengelola kantor layanan publik, untuk lebih waspada terhadap orang asing yang datang dengan dalih sebagai pelanggan.

“Jangan mudah percaya dengan orang tak dikenal. Pastikan CCTV berfungsi dan petugas sigap memantau tamu yang masuk. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Kejadian ini ditekankan Eduard menambah daftar panjang aksi kriminal dengan modus kepercayaan di Pematangsiantar. Masyarakat diimbau Eduard agar lebih hati-hati dan segera melapor ke pihak berwajib bila menemukan tindakan mencurigakan. 

“Kecepatan pelaporan dan kesigapan warga terbukti menjadi kunci keberhasilan penangkapan pelaku dalam kasus ini. Dengan tertangkapnya pelaku, saya berharap tidak ada lagi kejadian serupa yang meresahkan dan mengganggu rasa aman di kota,” pungkas Eduard. (as/th)