Model
Pematangsiantar

Pedagang Bendera Penyandang Difabel Depan Sopo Godang HKBP Siantar, Semangatnya Bikin Salut Pembeli

48
×

Pedagang Bendera Penyandang Difabel Depan Sopo Godang HKBP Siantar, Semangatnya Bikin Salut Pembeli

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.com 

Semangat Hendra Simanjuntak (37), pedagang bendera di Jalan Gereja, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan, tepat Depan Sopo Godang HKBP Kota Pematangsiantar itu patut diapresiasi. Dengan segala keterbatasan fisiknya, lelaki kelahiran Kota Pematangsiantar itu tetap bersemangat menjajakan dagangannya.

Sejak kejadian insiden kecalakaan, tahun 2020, Hendra Simanjuntak menekuni berjualan bendera di momen kemerdekaan. Baginya bulan Agustus menjadi waktu yang cukup menjanjikan untuk mencari pundi-pundi rezeki 

Meskipun tahun ini tak seramai tahun-tahun sebelumnya, Hendra Simanjuntak tak putus asa dan tetap berjualan. Hendra Simanjuntak sudah berdagang bendera sejak awal Agustus.

Disela kesibukannya, Hendra Simanjuntak menceritakan bahwa dirinya senagaja berjualan bendera di momen kemerdekaan, Alasannya untuk menghidupi anak istrinya.  

Berjualan bendera memang dilakukan secara musiman. Hanya momen-momen menjelang hari kemerdekaan RI. Ayah empat anak itu, mengaku mulai berjualan bendera sejak 27 Juli lalu. Lapak sederhananya dipenuhi berbagai pilihan produk—bendera kecil seharga Rp5.000, ukuran sedang hingga besar seharga Rp50.000, latar belakang panggung Rp300.000, dan hiasan dekoratif seharga Rp30.000. “Kalau tidak laku semua, saya simpan untuk tahun depan,” ujarnya sambil menata bendera yang berkibar tertiup angin sore.

Baca Juga  Pemko Pematangsiantar Lantik 39 Pejabat Fungsional

Perjalanan Hendra menjadi pedagang bendera tak lepas dari kisah hidup yang penuh ujian. Tahun 2020, ia mengalami kecelakaan mobil yang membuat kaki kirinya harus diamputasi. Sejak saat itu, tongkat menjadi teman setianya untuk berjalan dan beraktivitas. Meski demikian, keterbatasan fisik tidak menghalangi semangatnya untuk mencari nafkah dan berpartisipasi memeriahkan kemerdekaan.

Tahun ini, ia merasakan penurunan penjualan yang cukup signifikan. Menurutnya, selain daya beli masyarakat yang menurun, muncul pula kontroversi terkait desain bendera tidak resmi, seperti bendera bergambar karakter One Piece, yang membuat sebagian pembeli ragu. “Orang takut salah beli, jadi lebih hati-hati,” katanya.

Di sela-sela berdagang, Hendra menyapa seorang pembeli yang ia kenal dengan panggilan Bang Kumbang. Pembeli itu langsung tertarik pada model bendera bertingkat yang dipajang di lapaknya. “Kenapa pilih yang bertingkat? Karena mau bikin suasana pesta HUT RI ke-80 jadi lebih unik,” kata Bang Kumbang. Ia mengaku kaget ketika tahu harga bendera bertingkat itu hanya Rp30.000. “Kirain lebih mahal dari perkiraan. Harganya terjangkau, jadi nggak pakai tawar-menawar, langsung saya beli,” ujarnya sambil tersenyum.

Baca Juga  Minuman Beralkohol Diduga Dijual Bebas di Area RSUD Djasamen Saragih

Bersaing dengan penjahit bendera di kota ini tidak terlalu menjadi kekhawatiran Hendra. Ia menilai kebanyakan pelanggan lebih memilih produk siap pakai, apalagi menjelang hari H ketika waktu persiapan semakin singkat.

Hendra berharap pemerintah kota dapat memberi perhatian lebih kepada pedagang bendera musiman seperti dirinya, termasuk mengatur pasar agar lebih tertib dan meriah. “Kalau diatur dengan baik, kami bisa ikut merasakan berkahnya perayaan ini,” pungkasnya.

Meski berdiri di bawah terik matahari sambil bertumpu pada tongkat, Hendra tetap menjadi simbol semangat yang tak mudah patah. Baginya, berjualan di depan Sopo Godang HKBP bukan sekadar mencari rezeki, tetapi juga ikut menyalakan api nasionalisme di hati setiap orang yang lewat. 

Baca Juga  Wakil Wali Kota Siantar Herlina Hadiri Rapat Teknis TPID dan Program 100 Hari "Cerdas, Sehat, Kreatif dan Selaras"

 

Penulis :   Jhony Sikumbang

Editor    :   Taman Haloho