Model
Pematangsiantar

Warga Bah Sorma Tolak Rencana Pembangunan Perumahan di Area Persawahan

45
×

Warga Bah Sorma Tolak Rencana Pembangunan Perumahan di Area Persawahan

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.com

Warga Kelurahan Bah Sorma, Blok Tiga, Kecamatan Siantar Sitalasari, menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan perumahan di wilayah persawahan tempat tinggal mereka.

Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh beberapa warga, di antaranya Pak Bul-bul (63), yang akrab disapa demikian oleh warga setempat, dan Boru Saragih (55). Keduanya mengaku terdampak becek akibat rembesan aliran drainase pembangunan milik pemerintah, saat dimintai tanggapan di lokasi pada Sabtu (16/8/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.

Mereka menilai rencana pembangunan perumahan itu akan merugikan masyarakat, sebab lahan yang digunakan merupakan area persawahan sekaligus ruang terbuka hijau yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun.

Karena itu, warga meminta pemerintah mulai dari Wali Kota, dinas terkait hingga Camat, agar meninjau kembali rencana pembangunan perumahan tersebut demi kepentingan bersama.

“Kita minta pemerintah kota meninjau kembali wacana pembangunan perumahan itu,” ujar Bul-bul.

Ia menambahkan, apabila pembangunan tersebut tetap dilanjutkan, dikhawatirkan akan mengganggu aliran air ke persawahan warga akibat dari pembangunan perumahan.

“Otomatis debit air ke area persawahan akan terganggu dan tercemar, padahal lokasi itu merupakan kawasan pertanian,” timpalnya.

Baca Juga  Penanganan Dugaan Korupsi Pengurusan IMB Balai Merah Putih Masih Tetap Lanjut. Kajari Jurist : Kalau Esron Sinaga Sudah Pernah Diperiksa 

Di sisi lain, pemerintah pusat melalui Presiden RI saat ini tengah gencar mencanangkan program ketahanan pangan nasional. Program tersebut menekankan pentingnya menjaga lahan pertanian produktif agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terjamin di masa depan. Dengan demikian, warga menilai rencana alih fungsi lahan persawahan menjadi kawasan perumahan justru bertolak belakang dengan semangat program tersebut.

Sementara itu, di tempat terpisah, Lurah Bah Sorma Tigor A. Situmorang saat dikonfirmasi Dian24new melalui sambungan telepon menjelaskan bahwa pembangunan di Kampung Sawah merupakan proyek swasta. Menurutnya, pembangunan drainase sudah mulai dikerjakan sebelum ia menjabat sebagai lurah.

Ia menegaskan, pihak kelurahan siap membantu memberikan informasi kepada masyarakat maupun pihak terkait. Tigor juga menekankan pentingnya komunikasi yang seimbang agar permasalahan konstruksi, khususnya terkait rembesan air, dapat segera ditangani tanpa merugikan warga.

Adapun pihak pembangunan yang diwakili Aprilia Pangaribuan saat dikonfirmasi Dian24new melalui pesan WhatsApp pada pukul 13.00 WIB hanya menjawab singkat, “Ohh dari media ya pak. Mohon maaf pak saya tidak bisa angkat telepon, ada pesta.”

Baca Juga  Wali Kota dr Susanti Kunjungi dan Beri Bantuan kepada Dua Keluarga Korban Hanyut di Sungai Bah Bolon

Hingga berita ini diterbitkan, Aprilia Pangaribuan selaku pihak pembangunan belum memberikan keterangan resmi.

Mubajir, 2 Saluran Irigasi Bersebelahan Timbulkan Ragam Dugaan Bagi Petani

Sebuah fenomena yang cukup unik dan menimbulkan banyak pertanyaan terjadi di salah satu kawasan pertanian Sawah Blok 3 yang dikenal dengan kawasan wisata sawah di Kelurahan Bah Sorma, Kecamatan Siantar Sitalasari di Kota Pematangsiantar. 

Dua saluran yang terletak bersebelahan, namun memiliki fungsi dan tujuan yang hampir serupa, telah menimbulkan berbagai macam dugaan dan spekulasi di kalangan warga.

Selain itu pantauan wartawan, diujung saluran irigasi yang lama terpasang pipa yang dihubungkan dari saluran yang baru dibangun menuju sawah warga melewati saluran irigasi yang telah dibangun oleh Pemerintah sekitar Tahun 2022 lalu melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Kota Pematangsiantar. 

Warga sekitar kawasan tersebut mulai bertanya-tanya tentang alasan di balik pembangunan saluran yang bersebelahan dengan irigasi tersebut mengingat kondisi irigasi yang dibangun Pemerintah hingga kini masih kondisi masih bagus. 

Baca Juga  Rakor Tim Dsk Pilkada Tahun 2024 Dipimpin Sekda 

Beberapa di antaranya menduga bahwa pembangunan saluran tersebut terkait dengan rencana proyek pembangunan infrastruktur yang sedang akan berlangsung di kawasan tersebut. 

Namun, ada juga yang menduga bahwa saluran tersebut memiliki fungsi lain yang tidak terkait dengan proyek pembangunan infrastruktur.

Salah seorang warga yang berbatasan dengan lokasi tersebut, menyampaikan keheranannya kepada wartawan. 

Hipas Saragih, mengatakan, “Irigasi sawah masih berfungsi untuk mengaliri  tanaman padi petani, disamping irigasi yang dibangun oleh pemerintah kota siantar kini terkikis oleh pembangunan drainase demi kepentingan pribadi.. hal ini dikuatirkan irigasi yang dibangun menggunakan uang masyarakat lewat apbd kota siantar akan terancam roboh dan dipindahkan tanpa izin dari pemilik aset irigasi.hal ini merugikan keuangan apbd kota siantar yang dihamburkan hamburkan uang kita masyarakat siantar, sementara pemerintah saat ini lagi gencar gencar membangunan irigasi swah untuk mendukung ketahanan pangan sesuai visi misi Pak Prabowo Subianto Presiden RI. (tim)