SIANTAR I DIAN24NEW.com
SOSIALISASI PENGELOLAN SAMPAH! Anggota Dewan Pematangsiantar, Patar Luhur Panjaitan, kumpulkan warga dan pemerintah.
Persoalan sampah kembali menjadi sorotan serius Anggota DPRD Kota Pematangsiantar, Patar Luhur Panjaitan, S.K.M., M.P.H. dari partai Gerindra Lewat kegiatan Sosialisasi Produk Hukum Daerah (Sosper) di Jalan Muak Nauli, Siantar Timur, Kamis (04/12/2025) Siang, Patar mengumpulkan unsur pemerintah hingga ratusan warga untuk mendengar langsung persoalan di lapangan.
Sosialisasi ini mengangkat Peraturan Daerah No. 11 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah. Acara yang berlangsung padat ini menghadirkan Ketua komisi I DPRD Siantar Robin Januartha Manurung, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Santo Simanjuntak, para lurah, sekcam, tenaga puskesmas, dan ratusan masyarakat setempat. Dari ruang pertemuan tersebut, mengalir beragam keluhan hingga solusi yang siap dibawa Patar ke meja pembahasan DPRD.
Dalam pembukaan, Patar menegaskan bahwa sampah adalah persoalan bersama bukan hanya beban DLH atau pemerintah.
“Arahan dari camat dan lurah sudah jelas. Tinggal bagaimana kita semua ikut menjalankannya dengan kesadaran kolektif,” tegasnya.
Ia menampung banyak masukan warga, termasuk usulan penggunaan jenis kantong sampah tertentu agar proses pengangkutan lebih mudah. Semua masukan, kata Patar, akan ia kawal langsung ke DLH.
Di sisi lain, narasumber sosialisasi, Sekretaris DLH Santo Simanjuntak, memaparkan secara teknis isi Perda dan tantangan penanganan sampah di lapangan. Ia menyoroti pentingnya kedisiplinan masyarakat dalam membuang sampah sesuai aturan dan waktu yang ditetapkan.
Salah satu warga, M. Panjaitan, secara lantang menyampaikan keluhan bahwa armada sampah tidak beroperasi rutin.
Ia mengaku sampah di lingkungan mereka kerap menumpuk hingga berhari-hari, bahkan memicu bau menyengat. Tingginya penggunaan plastik dalam jajanan dan kebutuhan sehari-hari membuat volume sampah semakin besar.
“Kami minta pengangkutan minimal dilakukan tiap 3–4 hari sekali. Jangan sampai lingkungan kami jadi tempat pembuangan liar,” harapnya.
Menanggapi keluhan itu, DLH menjelaskan bahwa sistem pengangkutan memang dilakukan secara bergilir agar semua TPS terlayani.
Ia mengungkapkan bahwa laporan dari 53 kelurahan datang hampir setiap hari melalui telepon hingga WhatsApp. Setiap laporan langsung dicek dengan mengerahkan “buser”, armada kecil pick-up yang ditugaskan mendatangi lokasi.
Sayangnya, petugas sering menemukan tumpukan sampah bercampur potongan pohon. Hal inilah yang kerap menghambat pengangkutan.
“Kalau ada penebangan di rumah, mohon dicacah dan diikat rapi. Itu sangat membantu mempercepat proses pengangkutan,” jelas pegawai DLH.
Di akhir kegiatan, Patar kembali menegaskan bahwa seluruh keluhan warga akan dia bawa dalam rapat bersama DLH dan OPD lain.

“Sampah bukan hanya soal teknis, tetapi soal kepedulian kita terhadap kota. Saya akan kawal semua ini sampai ada perbaikan yang nyata,” tegasnya.
Sosper berjalan hangat dan dinamis. Gelombang tanya jawab mengalir deras dari warga, menandai tingginya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan mereka. (***)







