SIANTAR – DIAN24NEW.
Selain mengecam gaya kepemimpinan “Diktator” Kepala Dinas Kesehatan (KadisKes) Kota Pematang Siantar drg Irma Suriyani, Badan Pengurus Cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematang Siantar Simalungun Masa Bakti 2023-2025 juga meminta Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani agar segera mengevaluasi KadisKes Kota Pematang Siantar, drg Irma Suriyani.
“Kami dari GMKI Cabang Siantar Simalungun dengan tegas mengecam sifat “diktator” Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematang Siantar drg Irma Suryani, karena itu sangat berpengaruh pada kinerja . Dimana, drg Irma Suriyani diduga melakukan diskriminasi terhadap staff nya (ASN Dinkes Siantar). Bagaimana jajaran mau bekerja secara optimal, kalau Kepala Dinas bertindak seorang “Diktator” dan melakukan “Diskriminasi”, tegas Ketua GMKI Cabang Siantar – Simalungun Theo Naibaho, saat diminta tanggapannya GMKI terhadap sikap Kadiskes Siantar, Minggu (5/11/2023)
Selain itu sikap “intoleran” dan “diskriminasi”, yang diberlakukan oleh Diskes sangat berpengaruh terhadap pelayanan kepada Masyarakat. Oleh sebab itu GMKI Siantar – Simalungun meminta kepada Wali kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani untuk segera mengevaluasi kenerja dari pada kadiskes.
Karena, sambungnya, hal ini juga sangat berpengaruh terhadap optimal nya pelayanan di Pemerintahan kota Pematang Siantar. Demikian di sampaikan Ketua GMKI Theo Naibaho menutup pembicaraan dengan dian24new.com.
Sebelunya diberitakan, dian24new.com selain dituding pemimpin “Diktator”, Kepala Dinas Kesehatan (KadisKes) Kota Pematang Siantar, drg Irma Suriyani MKM juga dinilai tidak menjaga kebhinekaan alias “Intoleransi” atau diskriminasi SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan) di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Pematang Siantar..?
Harusnya, KadisKes drg Irma Suriyani bisa bekerjasama terhadap staffnya di Dinas Kesehatan Kota Pematang Siantar. Dia juga harusnya melakukan pembinaan dan tidak melakukan diskriminasi terhadap staff nya (ASN Dinkes Siantar)
“Garis besarnya yang paling pokok adalah kita sama-sama menjaga Kebhinekaan dan tidak terjadi “intoleransi”. Itu yang harus kita jaga bersama. Tapi di Dinkes Siantar seperti nya tidak berlaku bagi KadisKes Siantar, dimana semua sekarang yang pegang peranan di Dinas Kesehatan Kota Pematang Siantar “Muslim” semua,” ungkap Salah seorang Aperatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kesehatan Kota Pematang Siantar kepada dian24new.com, meminta namanya untuk tidak disebutkan ke media, Sabtu (4/11/2023)
Selanjutnya, sumber mengatakan, ada juga informasi lain lae, soal BBM mobil dinas Plt Kepala Dinas dan Kabid Yankes tidak dibayarkan yang betul – betul, mobil tersebut jalan dalam operasionalnya dan dikutip 20 persen setelah cair.
“Kalau gak 20 persen itu, tidak mau tandatangan. Udah dikutip sama bendaharanya lae, bernama Diky Hamdani,” ujar sumber
Sambungnya, semua sekarang pegawai Dinas Kesehatan Kota Pematang Siantar merasa tidak nyaman, akibat kesewenangannya dalam memimpin,” terang sumber.
“Ada 13 orang yang mendapat BBM di Dinas Kesehatan itu lae….cuma yang dibayarkan hanya 9 orang, yang 4 orang lagi tidak dibayarkan. Tidak tau apa masalahnya lae..coba telusuri juga itu lae..tx,” ujarnya dengan meminta agar persoalan ini ditelurusi dian24new.com.
Kepala Dinas Kesehatan (KadisKes) Kota Pematang Siantar drg Irma Suriyani, ketika dikonfirmasi dian24new.com, melalui pesan singkat washapp,, Sabtu (4/11/2023), malam, sekira pukul 20.56 Wib. Walau terlihat contreng dua tanda pesan dibaca, sampai berita ini diturunkan kemeja redaksi, pesan tidak kunjung dibalas Kadis Kesehatan (KadisKes) Kota Pematang Siantar, drg Irma Suriyani.
Diky Hamdani, selaku bendahara Dinas Kesehatan (DinKes) Kota Pematang Siantar, saat dikonfirmasi untuk menanyakan kebenaran terkait pengutipan tersebut membantah telah melakukan pengutipan.
Diky juga mengaku tidak ada wewenang untuk menjawab soal BBM 4 orang lagi kenapa tidak dibayarkan.
“mlm juga pak, maaf baru saya baca & balas wa Bpk…utk soal pengutipan itu tidak benar adanya pak, tapi utk kenapa yg 4 org tidak dibayarkan, saya tidak ada wewenang utk menjawab itu Pak. terima kasih.
maaf lama karna saya tadi keluar & hp saya dirumah,” ucap Diky Hamdani melalui pesan singkat washapp yang dikirimnya ke wartawan dian24new.com
Ketika kembali dian24new.com, mempertanyakan, kenapa dan wewenang siapa yang bisa menjawab itu, pesan konfirmasi wartawan media dian24new.com tidak kunjung dibalas lagi.
Editor. : Taman Haloho
Wartawan. : Matius Waruhu










