SIANTAR I DIAN24NEW.COM
Rakernas XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 resmi ditutup Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono di Grand City Hall Medan, Kamis 2/7/2026. Forum melahirkan 10 Rekomendasi Strategis untuk memperkuat “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi S.H., M.Kn. ikut seluruh rangkaian Rakernas 28 Juni–4 Juli 2026.
Wesly menyebut materi Menko AHY jadi referensi strategis arah pembangunan Pematangsiantar agar sejalan kebijakan nasional.
“Rakernas APEKSI ruang strategis menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan nasional. Masukan pemerintah pusat jadi bekal penting Pematangsiantar bergerak menuju kota Cerdas, Sehat, Kreatif, Selaras,” ujar Wesly.
Menurutnya, penguatan tak hanya infrastruktur fisik. Tapi juga konektivitas, pelayanan publik, daya saing ekonomi, kesejahteraan masyarakat.
Menko AHY tegaskan kota tangguh hanya terwujud lewat kolaborasi erat pusat-daerah. “Kota-kota tangguh jadi fondasi penting pembangunan Indonesia,” katanya.
Ia sorot tantangan kota, urbanisasi, kepadatan, kemacetan, sampah, banjir, kesenjangan. Solusinya: infrastruktur terintegrasi, riset, inovasi, teknologi. AHY harap APEKSI jadi wadah saling belajar dan tukar pengalaman.
Hasil sidang pleno 98 kota anggota APEKSI menyepakati 10 poin:
1. Penguatan kapasitas fiskal dan reformasi hubungan keuangan pusat-daerah
2. Penataan kebijakan ASN, PPPK dan fleksibilitas belanja daerah
3. Penguatan tata kelola PSN di daerah
4. Percepatan infrastruktur dan konektivitas wilayah
5. Transformasi tata kelola dan digitalisasi layanan publik
6. Penguatan ketahanan lingkungan dan kota berkelanjutan
7. Penguatan ekonomi lokal dan pembangunan inklusif
8. Penataan ruang, kerja sama daerah dan pembangunan kewilayahan
9. Advokasi hukum dan kepastian regulasi
10. Pelibatan generasi muda dalam pembangunan kota berkelanjutan
Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, rekomendasi hasil konsolidasi forum Bappeda, Komdigi, Lingkungan, Pangan, Bisnis, YCC, & ICE. Masukan ini diharapkan jadi bagian penguatan kebijakan nasional.
Ketua Dewan Pengurus APEKSI/Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tegaskan komitmen kawal PSN Presiden Prabowo di daerah.
“APEKSI bukan sekadar koordinasi. Kami libatkan anak muda lewat YCC untuk sampaikan aspirasi jadi bahan kebijakan,” kata Eri.
Ia contohkan program Makan Bergizi Gratis. “Wali kota bertanggung jawab pastikan sasaran. SPPG jalan, itu tugas kepala daerah sebagai kepanjangan tangan Presiden,” ujarnya.
Kehadiran Wesly menegaskan posisi Pematangsiantar aktif di jejaring nasional. Dengan 10 rekomendasi ini, Pemko fokus advokasi fiskal & fleksibilitas belanja ke pusat, agar program daerah tak terhambat efisiensi & bencana.
Rakernas juga berdampak ekonomi. 88 wali kota, 4 wawako, 2 sekda, 1 kepala Bappeda hadir. Karnaval budaya 2.800 peserta. ICE dan bazar 375 UMKM. Pemko Medan perkirakan perputaran ekonomi Rp72 miliar.
“Keikutsertaan kami pastikan kebijakan Pematangsiantar jawab tantangan perkotaan, perkuat pelayanan publik, naikkan kesejahteraan warga,” tutup Wesly. (ril/th)







