Model
EkonomiNasionalPematangsiantarPolitikSeremonial

Wali Kota Wesly Silalahi Terima Penghargaan Tokoh Toleransi, Pematangsiantar Naik Peringkat 4 Kota Toleran se-Indonesia

127
×

Wali Kota Wesly Silalahi Terima Penghargaan Tokoh Toleransi, Pematangsiantar Naik Peringkat 4 Kota Toleran se-Indonesia

Sebarkan artikel ini

SIANTAR | DIAN24NEW.COM
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn menerima penghargaan sebagai Tokoh Toleransi di Kota Pematangsiantar dari Forum Kerukunan Umat Beragama FKUB. Penghargaan diberikan karena di masa kepemimpinan Wesly, Kota Pematangsiantar tahun 2024 peringkat 5 Indeks Kota Toleransi IKT dari Setara Institute, dan tahun 2025 naik ke peringkat 4.

Penghargaan diserahkan di acara Silaturahmi Bersama Tokoh Lintas Agama Kota Pematangsiantar di rumah dinas wali kota Jalan MH Sitorus Kelurahan Teladan Kecamatan Siantar Barat, Kamis 24/09/2026.

Wesly dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat yang menjaga kerukunan di Kota Pematangsiantar.

Ia menilai kerukunan umat beragama bukan sekadar slogan, tetapi kekuatan sosial yang harus terus dirawat bersama. Pematangsiantar memiliki keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang. Perbedaan bukan alasan saling menjauh, justru kekuatan membangun persaudaraan.

Baca Juga  Monitoring Pelaksanaan Pemungutan Suara di Sejumlah TPS, dr Susanti Serahkan Kartu Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada KPPS.

“Sejalan dengan tema kita, Kerukunan Itu Indah Walaupun Kita Berbeda Agama Tetapi Tetap Rukun, dan Damai untuk Membangun Kota Pematangsiantar. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan memperkuat toleransi,” sebut Wesly.

Wesly menegaskan ingin Pematangsiantar menjadi kota di mana seluruh masyarakat apapun agama, suku, etnis, dan latar belakang dapat hidup berdampingan damai, saling menghormati, dan memiliki kesempatan sama berkontribusi dalam pembangunan.

“Karena itu, prestasi Pematangsiantar sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia, harus kita pertahankan dan tingkatkan. Mari kita jadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan sebagai perbedaan yang memisahkan. Sehingga Pematangsiantar semakin rukun, inklusif, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” terangnya.

Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga SH mengucapkan selamat kepada Wesly. Ia menilai penghargaan pencapaian membanggakan.

“Kerukunan umat beragama bukan sekadar kebaikan hati atau sikap sopan santun. Hal tersebut adalah pilar utama pembangunan bangsa. Tanpa kerukunan, pembangunan tidak akan kokoh. Tanpa kedamaian kemajuan tidak akan bertahan,” kata Timbul.

Baca Juga  103 Usulan Dibahas di Musrenbang Kecamatan Siantar Marihat, Didominasi Infrastruktur Ekonomi dan Sosial Budaya.

“Kota Pematangsiantar telah membuktikannya. Di tengah keberagaman suku, budaya, dan keyakinan, kita hidup saling berdampingan, saling menghormati, dan saling menguatkan. Hasilnya, peringkat 4 Kota Paling Toleransi se-Indonesia di tahun 2025. Ini bukan sekadar angka atau penghargaan. Ini adalah bukti nyata bahwa di kota ini, perbedaan bukan pemisah, melainkan kekuatan yang menyatukan kita semua,” tuturnya.

Timbul menegaskan DPRD akan terus menjadikan kerukunan dan toleransi landasan setiap kebijakan.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Dhana Noer Kurniawan SIK MM turut mengucapkan selamat kepada Wesly atas penghargaan Tokoh Toleransi dan telah mengikuti pendidikan Lemhannas. Wesly sendiri terpilih sebagai peserta Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah KPPD Lemhannas RI Angkatan IV Tahun 2026 bersama 29 kepala daerah dari berbagai provinsi.

Baca Juga  Peringatan ke-79 Hari Ibu Tahun 2025, Kapolres Pematangsiantar pimpin upacara.

“Kami berusaha menciptakan kenyamanan dan ketertiban di Kota Pematangsiantar. Mohon arahan dan bimbingan, terutama dari Bapak Wali Kota dan Unsur Forkopimda,” pinta Dhana.

Sebelumnya Ketua FKUB Kota Pematangsiantar Drs HM Ali Lubis mengajak seluruh tokoh dan Forkopimda menanamkan kebersamaan.

“Di masa lalu terjadi kericuhan di Ambon, Sampit, Kupang, dan lainnya. Banyak yang memperkirakan kericuhan juga akan terjadi di Pematangsiantar. Bahkan saat terjadi kekurang-harmonisan di Tanjungbalai, orang memperkirakan hal yang sama muncul di Pematangsiantar. Tetapi apa yang dibayangkan, tidak terjadi,” tandasnya.

Hadir mewakili Kodim 0207/Simalungun, mewakili Kajari Pematangsiantar, mewakili Kakan Kemenag Pematangsiantar, pimpinan OPD Pemko Pematangsiantar, pimpinan organisasi keagamaan, tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, dan Hindu, serta para camat. (ril/th)