SIANTAR – DIAN24NEW
Sejumlah petani di dua Kelurahan yakni Kelurahan Bah Kapul dan Bah Sorma Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut) mengeluhkan sluran irigasi yang rusak dan tak kunjung diperbaiki, hingga saat ini, Senin (26/2/2024). Akibatnya, lebih kurang 30 ha lahan pertanian disana selama satu setengah tahun mengalami kekeringan, karena tidak aliran air dari irigasi yang rusak tersebut.
Pantauan di lokasi, tampak dua saluran irigasi jebol karena plengsengan ambrol. Sejak rusak, pasokan air yang mengalir ke sawah menjadi tidak maksimal. “Ya rudaknua sudah satu setengah tahun, rusaknya dipertengahan tahun 2022, hingga saat ini belum diperbaiki,” ujar Pendeta Haloho anggota Walhi Sumut kepada Dian24New.com.
Ia mengaku, sejak satu tahun setengah ini saluran irigasi rusak dan belum ada penanganan dari dinas terkait. Akibatnya, saluran irigasi untuk kelurahan Bah Kapul dan Kelurahan Bah Sorma Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematang Siantar, jadi tidak maksimal. “Karena jatuhnya ke sungai,” tambahnya.
Ia berharap, dinas terkait segera memperbaiki kerusakan saluran kedua irigasi tersebut. Harapannya, pasokan air untuk petani kembali lancar.” Khusunya menghadapi musim kemarau nanti. Karena kalau pasokan tidak optimal bisa mempengaruhi kualitas tanam,” pungkasnya.
Editor. : Taman Haloho










