Model
Simalungun

PSDA dan Warga Gotong Royong Perbaiki Saluran Irigasi Jebol di Desa Simbolon Panombean Panei 

73
×

PSDA dan Warga Gotong Royong Perbaiki Saluran Irigasi Jebol di Desa Simbolon Panombean Panei 

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – DIAN24NEW 

Setelah diberitakan Media Cyber Dian24New.Com, Senin (26/2/2024), saat dicek kembali kelokasi, Selasa (27/2/2024), tampak sejumlah pegawai PSDA Dinas PUPR Pemkab Simalungun dan Warga di Jalan Tengko Desa Simbolon Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), bergotong royong memperbaiki jebolnya irigasi saluran irigasi. Rusaknya saluran irigasi itu mengancam 30 hektar lebih lahan pertanian milik warga. 

Bersama Pegawai PSDA dinas PUPR Pemkab Simalungun, warga turun tangan melakukan perbaikan dengan seadanya untuk menambal kerusakan akibat luapan air yang terjadi beberapa tahun yang lalu dikarenakan saluran irigasi jebol disebabkan tertimbunnya saluran irigasi tertimbun tanah longsor milik oknum pengusaha pengembang perumahan, kemudian dorongan air akhirnya menjebol dinding saluran irigasi pertanian tersebut dan air tumpah ke sungai sibatu batu. Mereka juga berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Simalungun segera memperbaiki irigasi atau tunggul yang jebol tersebut. 

“Irigasi yang jebol ini mengakiri lahan pertanian dan perkebunan warga kurang lebih 30 hektar, jebol akibat tanah longsor dan menutup saluran air tersebut diduga kesalahan dari oknum pengusaha pengembang usaha pembuatan perumahan di daerah tersebut, sehingga saluran air yang biasa mengaliri lahan pertanian dan perkebunan warga tidak teraliri karena tertimbun tanah longsor dan membuat area persawahan dan kebun disana terancam kering,” kata Sinaga salah seorang petani setempat kepada DIAN24NEW.COM ditemui dilokasi., Selasa (27/2/2024). 

Baca Juga  Koperasi Merah Putih Jawa Tongah II Terbentuk. Kades Limpo Rajagukguk: Bekerja Dengan Tupoksi

Menurut Sinaga, saat ini warga desanya mayoritas beraktifitas sebagai petani padi, sayur mayur, beternak sapi, ikan, ayam dan kambing. 

“Semoga pemda dan propinsi turun membantu kami untuk memperbaiki tunggul dan saluran irigasi akibat ulah oknum pengusaha pengembang bisnis perumahan. Penuh harapan kami ingin mendapatkan kesejahteraan dari hasil sehari hari bertanam, berkebun dan beternak,” harapnya. 

Pantauan DIAN24NEW.COM, warga menggunakan batu, bambu dan tanah diisi ke goni plastik yang disusun sedemikian rupa setinggi kurang lebih 6 meter untuk menutup saluran air dan mengarahkan aliran air ke lahan -lahan pertanian.

Kondisi warga itu dipantau pegawai PSDA Dinas PUPR Simalungun. Menurut Sinaga jarak tempuh menuju lokasi harus berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer. Kedatangan sejumlah pegawai PSDA Dinas PUPR Simalungun turut membantu warga ikut bergotong royong.

Baca Juga  Terima Kunjungan Kepala Subdirektorat Perencanaan Pendanaan BNPB Pusat, Bupati RHS Jelaskan Terkait Titik Lokasi yang Sangat Rawan Terjadinya Bencana

Ditemui dilokasi kegiatan, salah seorang pegawai PSDA Dinas PUPR Simalungun, mengaku marga Purba membenarkan kehadirannya bersama sejumlah rekannya kelokasi jebolnya saluran irigasi yang mengancam lahan pertanian warga kekeringan. Padahal menurutnya aliran air itu biasa digunakan untuk lahan pertanian dan perkebunan. 

“Ketika mendapatkan kabar, saya bersama rekan -rekan PSDA dinas PUPR Simalungun langsung datang ke lokasi jebolnya irigasi, dimana masyarakat mengandalkan air dari saluran irigasi ini. Seperti kita tahu bersama cuaca saat ini ektrem, musim kemarau. Kita takut akibat rusaknya tunggul atau saluran irigasi pertanian tidak bisa mengakiri pertanian serta perkebunan,. Apalagi warga disana berpotensi penghasilan pertanian seperti padi.,” ucap Purba. 

“Hemat saya salah satu poin, agar harapan warga terkabul adalah pihak kita yakni PSDA Dinas PUPR Simalungun telah mengajukan usulan untuk perbaikan atas jebolnya irigasi ini, namun kembali soal anggaran belum ada, ya kita terpaksa harus menunggu. Guna mencegah hal -hal yang tak diinginkan, maka kita melakukan demikian guna mencegah kekeringan berkepanjangan. Tetapi begitupun, Kita akan arahkan dan minta bantuan serta usulan,” ujar Purba.menambahkan. 

Baca Juga  Rehabilitasi Irigasi di Simalungun Rampung, Petani Bersyukur

Selain itu, Pendeta Pandapotan Haloho dari Walhi Sumut ditemui dilokasi kegiatan juga menegaskan bagaimana PSDA Propinsi harus turun ke lokasi, termasuk PSDA Kabupaten Simalungun juga, sama -sama harus turun kelokasi dan mengusulkan langkah -langkah apa saja yang akan dilakukan oleh Pemda nantinya. 

“Saya harap rekan rekan dari PSDA Dinas PUPR Simalungun, tentunya harus konsen dan serius untuk menangani persoalan ini, sehingga masyarakat bisa terbantu dan dipecahkan masalahnya. Pertanian bisa jalan, perkebunan bisa lancar, potensi pendapatan masyarakat juga bisa terjaga dengan baik, termasuk tingkat kesejahteraannya,” pungkas Haloho Anggota Walhi Sumut.

 

Wartawan.          :    Dadang Setiawan 

Editor.                  :    Taman Haloho