SIANTAR | DIAN24NEW.COM
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn menerima penghargaan Kota Pematangsiantar sebagai Nominasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah TPAKD Award Tahun 2026. Pematangsiantar bersama Kota Metro Lampung dan Kota Jambi merupakan tiga besar TPAKD Terbaik Tingkat Kota untuk Wilayah Sumatera.
Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Rapat Koordinasi Nasional Rakornas TPAKD 2026 di JIExpo Kemayoran Jakarta, Kamis 22/10/2026. Acara bertema “Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia” tersebut dibuka Presiden RI Prabowo Subianto.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam laporannya menyampaikan saat ini sudah ada 552 TPAKD di seluruh provinsi, kabupaten, kota di Indonesia. Tingkat literasi keuangan 2026 mencapai 69 persen, sementara inklusi keuangan melampaui 93 persen, telah melampaui target RPJMN 2029.
Presiden Prabowo mengapresiasi terbentuknya TPAKD di seluruh daerah pada akhir 2024 sebagai pencapaian kelembagaan yang perlu dihargai.
Wali Kota Wesly hadir didampingi Sekda Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi serta Kabag Perekonomian dan SDA Setdako Sari Dewi Rizkiyani Damanik SSTP MSP.
Usai kegiatan, Wesly mengatakan capaian tersebut berdasarkan Keputusan Menko Bidang Perekonomian selaku Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif Nomor 594 Tahun 2026 tentang Penetapan Nominasi dan Penerima Penghargaan TPAKD Tahun 2026.
“Masuknya Kota Pematangsiantar dalam tiga nominasi TPAKD Award 2026 merupakan capaian yang patut kita syukuri. Ini menjadi motivasi bagi Pemko untuk terus memperkuat kolaborasi dengan OJK, perbankan, perangkat daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas akses keuangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terang Wesly.
Wesly menegaskan arahan Presiden Prabowo bahwa akses keuangan harus menghasilkan manfaat nyata dalam meningkatkan penghasilan, memperkuat daya beli keluarga, serta membuka peluang usaha.
“Pesan Bapak Presiden sangat jelas, kesejahteraan rakyat tidak boleh berhenti sebagai slogan. Kita harus memastikan program perluasan akses keuangan benar-benar membantu masyarakat,” lanjutnya.
Ke depan, penguatan TPAKD diarahkan pada perluasan akses pembiayaan UMKM, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, penguatan kapasitas usaha, serta edukasi keuangan bagi pelajar dan generasi muda.
“Keberhasilan TPAKD harus diukur dari dampaknya. Berapa banyak UMKM yang semakin mudah mengakses pembiayaan dan sejauh mana program membantu kesejahteraan keluarga,” tegas Wesly. (ril/th)







