SIMALUNGUN I DIAN24NEW.com
Wakil ketua DPRD Simalungun Bonauli Rajaguguk SH mengaku menyaksikan langsung proses pengerjaan Penghamparan Aspal Hotmix dilakukan saat Hujan Turun Deras pada Pekerjaan Jalan Propinsi T. Jawa – Bts Asahan di PUPR Propinsi Sumatera Utara Pekerjaan itu harus di bongkar.
Terkait Pekerjaan Proyek Peningkatan Struktur jalan Propinsi jurusan Tanah Jawa – Batas Asahan pada lokasi kabupaten Simalungun Dengan pagu Anggaran Rp.9.484.780.000 sumber dana APBD Propinsi yang di kerjakan Kontraktor PT.Anugerah Nyata Perkasa pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang unit pelaksana Pematang Siantar,
di nilai Masyarakat kualitas Aspal Hotmix disangsikan, pasalnya Penghamparan Hotmix disaat hujan turun deras dilakukan Suhu Hotmix sudah di bawah Standar 100 derajat Celcius, dan terbukti masih terdapat Gumpalan Aspal Hotmix yang tersisa di lokasi sehingga pekerjaan itu harus di bongkar.
Wakil ketua DPRD Simalungun Bonauli Rajaguguk dari Partai Gerindra angkat bicara pada tanggal Senin ( 2/12) dia melintas untuk pulang kerumahnya sore di daerah Tanah Jawa, Saat melintas kontraktor sedang melakukan Penghamparan Aspal Hotmix di saksikan juga oleh warga setempat dimana Saat itu hujan deras namun pihak kontraktor dan juga Pengawas dari PUPR Propinsi Sumatera Utara tetap melakukan Penghamparan Aspal Hotmix, disaat itu Bonauli langsung menegur aktifitas Penghamparan,” kenapa ini di hampar inikan hujan deras,” ujarnya, dan disaat itu mereka menghentikan pekerjaan itu.
Bonauli mengatakan dia telah menelepon kadis PUPR untuk menegur Pekerjaan yang memakan Biaya 9 miliar lebih Pekerjaan Pengaspalan Jalan dengan Aspal Hotmix itu dan harus di bongkar dia berani menyaksikan bahwa pekerjaan itu sudah salah,” Pekerjaan itu Harus Di Kor di ukur ketebalannya dan dibawa kelaboratorium dari mana Bahan Material aspal,” ujarnya Melalui telp seluler Selasa ( 17/12)
Ditambahkannya dia berani turun bersama PUPR dan Kontraktor untuk membuktikan kesalahan pekerjaan itu,” kita mau turun bersama- sama untuk membuktikan kesalahan pekerjaan itu, untuk sudah memanipulasi spesifikasi teknik yang disepakati sehingga kwalitas pekerjaan asal jadi,” ujarnya.(tim)







