SIMALUNGUN I DIAN24NEW.com
Bangunan irigasi paret pasangan di Ujung Bondar Desa Bosar Galugur Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun diduga dikerjakan asal jadi. Padahal, anggarannya mencapai 169 juta rupiah dari APBD Kabupaten Simalungun.
Ketua Komunitas Pemburu Brando Nadeak, menyoroti pekerjaan asal-asalan tersebut. “Pembangunan paret pasangan gantung dikerjakan pemborongnya dan kerjaannya diduga asal jadi dikerjakan bahkan ketika kita kelokasi pekerjaan gantung masih. Belum selesai bangunan dikerjakan sudah ditinggalkan pekerjanya,” katanya.
Kepala Desa Bosar Galugur, Pahotan Manurung, mengakui bahwa pekerjaan bangunan di desa mereka belum selesai. “Benar ada pekerjaan bangunan di desa kami yaitu bangunan paret pasangan dibelakang perumahaan warga dan bangunan belum selesai dan alat bangunan masih di depan rumah warga. Pekerjanya sudah pulang ke Medan dan Pemborongnya warga Medan,” katanya.
Pada plank nama proyek, tampak secara tertulis bahwa nama pekerjaan pembangunan/rehabilitasi irigasi air tanah dangkal/irigasi tersier di Bosar Gelugur Nagori Ujung Bondar. Nomor kontrak: 00.3.2/43/PPK-PL.SPK/2025. Tanggal SPK: 06 Oktober 2025. Masa pelaksanaan: 60 (enam puluh) hari kalender. Nilai kontrak: Rp 169.976.000.00. Tanggal SPMK: 06 Oktober 2025. Sumber dana APBD Kabupaten Simalungun T.A 2025. Penyedia Jasa: CV Buana Perkasa
Publik kini menuntut transparansi dan akuntabilitas penuh dari Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun. Masyarakat Simalungun berharap dinas terkait lebih profesional dalam memilih rekanan, mengingat proyek ini didanai oleh uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur berkualitas, bukan untuk memperkaya oknum tertentu
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)Pardomuan Sinaga dan Penyedia Jasa CV Buana Perkasa belum dapat dikonfirmasi untuk dimintai tanggapannya terkait proyek bangunan irigasi paret pasangan di Ujung Bondar Desa Bosar Galugur Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun tersebut. (***)







