SIANTAR I DIAN24NEW.COM
Tokoh agama dan organisasi keagamaan suarakan pesan perubahan dan kerukunan menyambut Tahun Kuda Api. Biksu Prabha Jaya: Kuda Api simbolkan semangat baru dan transformasi
Suasana menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kong Jili terasa kian bermakna. Di Vihara AvaloKitesvara, Jalan Pusuk Buhit, Kelurahan Pematang, Kecamatan Siantar Selatan, pesan tentang perubahan, semangat baru, dan kerukunan disuarakan dengan penuh harapan.
Pesan tersebut disampaikan langsung kepada media Dian24new, Selasa (10/02/2026), oleh tokoh agama dan organisasi keagamaan dalam menyambut Tahun Kuda Api, yang akan dirayakan pada 17 Februari 2026.
Biksu Prabha Jaya mengungkapkan bahwa Shio Kuda Api bukan sekadar penanda pergantian tahun, tetapi simbol kuat tentang transformasi dan energi positif.

“Kuda Api melambangkan semangat baru dan perubahan. Kuda itu identik dengan energi dan keaktifan yang tinggi. Di tahun yang baru ini, saya berharap seluruh insan, baik umat Tionghoa maupun seluruh umat beragama, khususnya di Pematangsiantar dan umumnya di Indonesia, mampu bertransformasi dari yang lama ke yang baru,” ujarnya.
Menurutnya, tahun baru adalah momen tepat untuk meninggalkan hal-hal yang kurang baik dan menjadikannya pelajaran berharga.
“Pengalaman hidup, pengalaman kerja, dan berbagai hal yang tidak baik semoga bisa berubah menjadi lebih baik. Baik dalam studi, karier, maupun kehidupan bermasyarakat. Harapan terbesar kami, seluruh umat beragama dapat bersatu, semakin rukun, dan hidup saling menghormati,” tambahnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Walubi Kota Pematangsiantar, Chandra, menjelaskan bahwa Imlek 2026 menandai masuknya Shio Kuda dengan unsur Api dalam penanggalan Tionghoa.
“Dalam kepercayaan Tionghoa terdapat dua belas shio yang berganti setiap dua belas tahun, serta unsur alam yang menaungi setiap tahunnya. Tahun 2026 berada di bawah Shio Kuda Api, yang secara filosofi melambangkan kecepatan, semangat, dan daya juang tinggi,” jelas Chandra.

Ia menilai, Tahun Kuda Api merupakan tahun dengan dinamika yang cepat, sehingga masyarakat dituntut lebih adaptif dan sigap menghadapi tantangan.
“Tahun ini mengajarkan kita untuk bergerak lebih cepat dalam meraih kemakmuran dan kesuksesan, namun tetap menjaga kebersamaan dan toleransi,” katanya.
Menariknya, perayaan Imlek tahun ini juga berdekatan dengan bulan suci Ramadan, yang diperkirakan dimulai pada 19 Februari 2026.
“Kedekatan dua momentum besar ini menjadi pengingat bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirangkai dalam kebersamaan dan toleransi,” pungkasnya. (***)







