Model
KebudayaanPematangsiantarSeremonial

Pemko Pematangsiantar Awali HUT ke-155 dengan Pagelaran Budaya Simalungun

63
×

Pemko Pematangsiantar Awali HUT ke-155 dengan Pagelaran Budaya Simalungun

Sebarkan artikel ini

 

SIANTAR I DIAN24NEW.COM
Rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar Tahun 2026 dimulai dengan Pagelaran Seni Budaya Simalungun Marsombuh Sihol di pelataran Monumen Raja Sang Naualuh Damanik, Jalan Sang Naualuh Damanik, Sabtu 18 April 2026 malam.

Kegiatan dibuka Wali Kota Wesly Silalahi diwakili Sekda Junaedi Antonius Sitanggang. Acara diisi lomba, senandung dan tarian, hadirkan bintang tamu Yongki Purba, Sanggar Menari Himapsi dan Sinalsal.

Junaedi: “Pagelaran Seni Budaya Simalungun Marsombuh Sihol menjadi kegiatan perdana rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar. Hasil diskusi sebelumnya, disepakati rangkaian harus diawali kegiatan budaya Simalungun, Marsombuh Sihol.”

Terkait lokasi di Monumen Raja Sang Naualuh, Junaedi: “Monumen Raja Sang Naualuh ini hasil kerja keras semua pihak yang didukung penuh Pemko Pematangsiantar, hingga dapat berdiri di lokasi strategis. Semoga di bawah kepemimpinan Wali Kota Wesly Silalahi, kegiatan seni budaya Simalungun dapat lebih ditingkatkan, dan nilai-nilai luhur kearifan lokal bertahan sebagai jati diri Kota Pematangsiantar.”

Baca Juga  Jabat Kadishub Siantar, Ini Terobosan yang Dilakukan Julham Situmorang Atasi Kemacetan dan Optimalisasi Angkutan Publik

Ketua Umum TDBP Siantar-Simalungun Satben Rico Damanik apresiasi slot budaya Simalungun di HUT kota. “Selama peringatan Hari Jadi Kota Pematangsiantar, baru kali ini diberi satu slot sehari untuk pagelaran budaya Simalungun. Semoga pemangku kepentingan di Kota Pematangsiantar memerhatikan suku Simalungun.”

Satben tegaskan TDBP ingin berbudaya, bukan berpolitik. “Beri ruang kepada kami untuk menunjukkan etnis Simalungun. Ketika Pemko Pematangsiantar memberikan ruang, kami dukung siapapun untuk memajukan Pematangsiantar. Dan hari ini kami merasa dihargai.”

“Di Monumen Raja Sang Naualuh Damanik, kami ikrarkan untuk menjunjung etnis Simalungun dan menjaga marwah Simalungun di Kota Pematangsiantar,” ujarnya.

Digelar lomba mewarnai gambar Raja Sang Naualuh Damanik, pidato karakter Raja Sang Naualuh, dan busana Simalungun. “Marsombuh Sihol bukan hanya acara milik TDBP dan Himapsi, melainkan acara untuk semua masyarakat Kota Pematangsiantar,” kata Satben.

Baca Juga  Serahkan LKPD 2025, Wali Kota Pematangsiantar Harap WTP Terwujud

Ketua Himapsi Nico N Sinaga: “Kami menerima mandat dari Pemko melalui Dinas Pariwisata untuk melaksanakan kegiatan ini semaksimal mungkin. Perlombaan tidak hanya mencari juara, tetapi juga edukasi budaya sejak dini agar generasi muda memahami dan menghargai sejarah.”

Nico harap kegiatan budaya Simalungun tidak hanya sesekali. “Kota Pematangsiantar merupakan jantungnya suku Simalungun. Terima kasih juga kepada Tumpuan Damanik. Ini kali pertama kita kolaborasi. Semoga berkelanjutan untuk edukasi budaya.”

Kadis Pariwisata Hamzah Fanshuri Damanik selaku ketua panitia: “Kegiatan Marsombuh Sihol sebagai upaya melestarikan budaya Simalungun sebagai warisan leluhur; meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap budaya; serta mendorong sektor pariwisata. Ini momen baik untuk meletakkan fondasi Festival Budaya Etnis Simalungun.”

Baca Juga  Hadiri Rakor Linsek Bersama Menteri ATR/BPN, dr Susanti Paparkan Profil RDTR Kota Pematangsiantar

Rangkaian HUT ke-155 lanjut Kamis 23 April, Jumat 24 April, dan Sabtu 25 April 2026.

Hadir tumpuan marga-marga Simalungun, lembaga adat Simalungun, organisasi pemuda Simalungun, dan lainnya. (***)