Model
SeremonialSimalungun

Sekda Mixnon Buka Business Marching SPPG-UMKM: “MBG Bukan Cuma Gizi, Tapi Gerakkan Ekonomi Lokal Simalungun”

93
×

Sekda Mixnon Buka Business Marching SPPG-UMKM: “MBG Bukan Cuma Gizi, Tapi Gerakkan Ekonomi Lokal Simalungun”

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN I DIAN24NEW.COM
Dapur MBG, pasar UMKM. Jumat 26/06/2026, Sekda Simalungun Mixnon Andreas Simamora buka resmi Business Marching Kemitraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG dan pelaku UMKM Simalungun-Pematangsiantar. Acara digagas BI Pematangsiantar di Balai Harungguan Tuan Rondahaim Saragih, Pamatang Raya.

Bacakan sambutan Bupati Anton Achmad Saragih, Sekda tegas: forum ini langkah nyata pererat sinergi. “Tujuannya dukung ketahanan pangan daerah, kendalikan inflasi, berdayakan pelaku usaha, dan jamin keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis MBG,” ujar Mixnon.

Menurutnya, MBG nggak cuma urus gizi anak sekolah. Kebutuhan pangan besar dan berkelanjutan dari MBG bisa langsung dipasok petani, peternak, koperasi, dan UMKM lokal. “Karena itu kemitraan SPPG-UMKM harus kuat, transparan, dan jangka panjang,” tegasnya.

Baca Juga  BPK-RI Perwakilan Provsu Gelar Entry Meeting Pemeriksaan LKPD Kabupaten Simalungun TA 2025

Simalungun punya modal: pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan. Komoditas unggulan dinilai lolos standar rantai pasok MBG. “Potensi ini harus maksimal biar ekonomi langsung dirasakan masyarakat lokal,” katanya.

Sekda akui masih ada gap informasi, akses pasar terbatas, koordinasi belum optimal. Forum ini jadi jembatan. Ia minta UMKM naikkan kualitas dan standar keamanan pangan. SPPG diminta buka ruang seluasnya buat pengusaha lokal jadi pemasok utama. Pemkab komitmen dukung UMKM lewat kebijakan pro-usaha rakyat.

Kepala BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman: kegiatan ini kolaborasi jaga stabilitas harga, dukung program nasional, dan buka akses pasar UMKM. Inflasi Pematangsiantar Mei 2026 di 1,29% dipengaruhi pasokan-permintaan pangan.

Strateginya: diversifikasi menu, kemitraan langsung ke produsen lokal, dan digitalisasi via aplikasi KEDAN MBG biar transaksi transparan. “Ada 79 unit SPPG di Simalungun dan 42 unit di Pematangsiantar. Butuh pasokan besar tiap minggu. Ini peluang UMKM naik kelas,” ujar Ahmadi.

Baca Juga  Gebyar Lansia Kecamatan Siantar Marimbun Kota Pematangsiantar Tahun 2025

Tiga pesan BI: 1) Jaga stabilitas harga pangan, 2) Sinergi dukung MBG dan digitalisasi, 3) Gerakkan ekonomi lokal demi kemandirian daerah.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Sumut Donal Simanjuntak paparkan kebutuhan pangan MBG dan tata cara kemitraan SPPG-UMKM. Hadir juga Asisten Adum mewakili Wali Kota Pematangsiantar Dedy Tunasto.

Acara tutup dengan diskusi, mekanisme kerja sama, dan foto bersama.

Pemkab Simalungun main catur ekonomi: MBG jadi “offtaker” tetap UMKM. Kalau 121 SPPG disuplai lokal terus, uang program pusat muter di koperasi, petani, peternak, dan UMKM sendiri. Tantangannya: jaga mutu dan harga stabil biar inflasi nggak naik. (ril/th)