Model
PematangsiantarEkonomiPeristiwaPolitikRegionalSeremonial

Empati ke Kader Korban Kebakaran. Ketua TP PKK Siantar Serahkan Tali Asih untuk Asima Sidabutar

78
×

Empati ke Kader Korban Kebakaran. Ketua TP PKK Siantar Serahkan Tali Asih untuk Asima Sidabutar

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.COM
Negara hadir lewat jejaring perempuan. Senin 29/06/2026 siang, Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny. Liswati Wesly Silalahi SH MKn serahkan tali asih ke kader TP PKK Asima Sidabutar yang terdampak Kebakaran Pasar Dwikora. Lokasi, Galery Dekranasda, Jalan Merdeka.

Sekretaris TP PKK Rasta Elya Ginting jelaskan kronologi: Kamis 18/06/2026 dini hari, kios orang tua Asima di Pasar Dwikora ludes terbakar. Dagangan pakaian baru habis dilalap api.

Ny. Liswati sampaikan prihatin dan dorong ketabahan. “Kita tidak tahu rencana Tuhan ke depan. Tuhan itu baik, akan beri sukacita di balik duka. Tetap jaga kesehatan. Kita satu hati dukung Asima. Ini tanda dukungan TP PKK Kota Pematangsiantar ke Asima dan keluarga,” ujarnya.

Baca Juga  Wesly Lantik Budiman Ricardo Surya Tanjung Jadi Dirtek Tirta Uli Siantar Periode 2026-2031: “Bekerja Penuh Integritas”

Anna Rosita Saragi mewakili pengurus: “Penderitaan Asima adalah penderitaan kami. Kuatkan ibunda di rumah yang langsung kena musibah. Pegang ajaran agama. Akan ada mentari lebih terang, Tuhan ganti yang hilang berlipat ganda. Kami berempati. Semoga sehat dan lancar rezeki.”

Asima terharu: “Saya tidak menyangka ada perhatian PKK Kota. Terima kasih Ibu Ketua PKK,” kata Asima, warga Jalan Mujahir Kelurahan Pardomuan Kecamatan Siantar Timur.

Tali asih ini wujud respons cepat TP PKK sebagai organisasi kemasyarakatan. Fungsinya: meredam guncangan ekonomi rumah tangga kader, menjaga kohesivitas jejaring, memperkuat legitimasi Pemko lewat jalur sosial-budaya perempuan. Kebakaran Pasar Dwikora jadi titik uji: seberapa cepat sistem sosial lokal bekerja.

Baca Juga  Wali Kota Wesly Silalahi Hadiri Festival Waisak 2570 BE di Vihara Samiddha Bhagya, Tegaskan Makna Toleransi

Momen ini menegaskan narasi “Pemerintah dan PKK hadir untuk warga” di luar birokrasi formal. (ril/th)