Model
KebudayaanMingguanNasionalPematangsiantarPeristiwaPolitikRegionalSeremonialSimalungun

Hadir di Peresmian Renovasi Makam dr. Djasamen Saragih, Wali Kota Wesly : Jadikan Warisan Budaya dan Sejarah Simalungun

103
×

Hadir di Peresmian Renovasi Makam dr. Djasamen Saragih, Wali Kota Wesly : Jadikan Warisan Budaya dan Sejarah Simalungun

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN I DIAN24NEW.COM
Suasana khidmat menyelimuti peresmian renovasi Makam Tokoh Simalungun dr. Djasamen Saragih Sumbayak di Nagori Aman Raya, Kabupaten Simalungun, Selasa 4/8/2026. Kegiatan ini menjadi momentum budaya untuk mengenang jasa dan keteladanan pelopor pelayanan kesehatan di Tanah Simalungun.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh para tokoh dan undangan yang hadir. Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, SH, M.Kn, Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih, SE, MM, unsur Forkopimda, tokoh adat, cendekiawan, keluarga besar almarhum, dan masyarakat.

Wali Kota Wesly Silalahi dalam sambutannya menegaskan, peresmian ini bukan sekadar meresmikan bangunan makam, melainkan wujud penghormatan terhadap sejarah dan pengabdian para pendahulu.

Baca Juga  Dalam Rangka Ops Mantap Brata 2023-2024, Tim WasOps Itwasum Polri Berkunjung ke Polres Simalungun

“Hari ini kita tidak sekadar meresmikan sebuah makam yang telah direnovasi, tetapi kita sedang memperkuat ikatan sejarah, mengenang nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan pengabdian yang diwariskan oleh almarhum dr. Djasamen Saragih,” kata Wesly.

Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pendahulunya, menjaga jejak sejarah, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus. Pemko Pematangsiantar berharap semangat pengabdian dr. Djasamen terus menginspirasi generasi muda, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat.

Cicit almarhum, Patra Saragih Sumbayak, menyampaikan renovasi dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang meninggalkan warisan pengabdian. Ia berharap makam ini terus dirawat dan dijaga sebagai bagian dari warisan sejarah Simalungun.

Ketua Umum Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun PACS dr. Sarmedi Purba mengingatkan perjuangan menjadi dokter di era 1930-an sangat berat. Pendidikan kedokteran saat itu terbatas dan hanya diakses melalui sekolah Pemerintah Hindia Belanda bagi pribumi.

Baca Juga  Wali Kota Wesly Pimpin Upacara Harkitnas ke-118 di Pematangsiantar, Tekankan Jaga Tunas Bangsa

“Pada tahun 1943 dr. Djasamen Saragih berpindah ke Pematangsiantar dan menjadi tokoh penting dalam perkembangan pelayanan kesehatan yang kini dikenang melalui nama RSUD dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun Jefra Hasudungan Manurung atas inisiatif renovasi sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh daerah.

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menilai makam ini tidak hanya simbol penghormatan, tetapi juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata sejarah dan wisata pendidikan.

Dengan demikian, nilai-nilai perjuangan dr. Djasamen Saragih dapat terus dikenalkan kepada generasi muda.

Kegiatan berlangsung khidmat dan diakhiri dengan penandatanganan prasasti. Diharapkan, keberadaan makam yang telah direnovasi ini menjadi pengingat jasa, dedikasi, dan semangat pengabdian almarhum, sekaligus inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berkarya dan mengabdi bagi Simalungun. (ril/th)