SIMALUNGUN I DIAN24NEW.COM
Setelah dua hari pencarian intensif, tim gabungan akhirnya menemukan Qholil Hidayat Sitanggang, 8 tahun, siswa SD 091608 Sinaksak, dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban ditemukan Rabu 19/8/2026 sekitar pukul 11.30 WIB di kawasan Jembatan Sigagak, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.

Peristiwa pilu ini bermula pada Senin 17/8/2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu korban bersama ayahnya sedang mencari daun pisang di sekitar Sungai Tanjung Pinggir, kawasan Jembatan Pancur, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba.
Saat hendak pulang, korban terpeleset dan jatuh ke sungai. Sang ayah sempat berupaya menarik tangan anaknya, namun derasnya arus membuat Qholil terseret dan hanyut.
Mendapat laporan, tim gabungan langsung bergerak. Operasi pencarian dilakukan BPBD Kabupaten Simalungun, BPBD Kota Pematangsiantar, Basarnas Pos SAR Parapat Ajibata, Polsek Siantar Martoba, perangkat Kelurahan Sinaksak, serta warga dan relawan.

Personel BPBD Kabupaten Simalungun dalam pencarian ini didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan John Vhento Purba serta Kabid Logistik Jurist Saragih, untuk memastikan proses pencarian dan evakuasi berjalan optimal dan terkoordinasi.
Penyisiran dilakukan sepanjang aliran Sungai Bah Sosopan hingga titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Simalungun Budiman Silalahi membenarkan jenazah korban ditemukan setelah pencarian hari kedua.
“Begitu korban ditemukan, tim gabungan langsung melakukan evakuasi. Seluruh personel bekerja sama dengan maksimal hingga korban berhasil dikeluarkan dari lokasi penemuan,” ujar Budiman.

Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi medan yang cukup sulit dan berbahaya.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang dimulai sejak Senin sore resmi ditutup.
Budiman menyebut penemuan ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, tim SAR, dan masyarakat dalam penanganan kejadian darurat.
Pemerintah Kabupaten Simalungun menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh personel gabungan, masyarakat, serta semua pihak yang telah bekerja keras bahu-membahu selama proses pencarian hingga evakuasi.
“Atas musibah tersebut, Pemerintah Kabupaten Simalungun turut menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan berat ini,” pungkas Budiman.
Kepergian Qholil menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga Sinaksak. Niat menemani ayah mencari daun pisang, justru menjadi perpisahan terakhir sang buah hati. (ril/th)







