SIMALUNGUN | DIAN24NEW.COM
Kawasan Ekonomi Khusus KEK Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun kembali menegaskan perannya sebagai pusat pertumbuhan industri dan investasi strategis nasional. Hal itu ditandai dengan peresmian Pengembangan Operasional Produksi PT Unilever Oleochemical Indonesia UOI di Marvel 3 Hall, KEK Sei Mangkei, Rabu 26/8/2026.

Peresmian dilakukan langsung Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, didampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, Dirut PTPN IV Jatmiko Krisna Santosa, dan Chief Supply Chain Officer Unilever Willem Uijen.
Hadir Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih, Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian, unsur Forkopimda Sumut dan Simalungun, pimpinan BUMN, investor, serta pemangku kepentingan KEK Sei Mangkei.
Wakil Gubernur Sumut H. Surya membacakan sambutan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution. Ia menegaskan, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya modal atau volume produksi.
“Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika investasi mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Saya berharap pengembangan operasional ini semakin membuka ruang bagi tenaga kerja lokal, memperkuat kompetensi SDM, serta memperluas kemitraan dengan UMKM,” ujarnya.
Wagub juga menekankan pentingnya keterlibatan pelaku usaha lokal dalam ekosistem industri yang kuat dan inklusif. “Kita ingin industri besar tumbuh bersama masyarakat. Keterlibatan UMKM dan tenaga kerja lokal akan membuat manfaat ekonomi dari KEK Sei Mangkei dirasakan secara inklusif dan merata,” tegasnya.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan komitmen pemerintah menyediakan infrastruktur pendukung. Salah satunya pembangunan jaringan pipa gas DumaiāSei Mangkei senilai Rp3,5 triliun untuk menjamin kepastian pasokan energi industri.
Pemerintah juga memperkuat pasokan listrik berbasis energi terbarukan melalui PLTA Batang Toru 510 MW, PLTA Asahan 3 150 MW, serta optimalisasi potensi panas bumi di Sumut.
“Dengan ketersediaan gas, listrik terbarukan, dan bahan baku di dalam satu ekosistem KEK Sei Mangkei, daya saing produk industri kita di pasar global akan sangat tinggi,” ujar Yuliot.
Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengungkapkan, hingga pertengahan 2026, KEK Sei Mangkei telah menarik akumulasi investasi US$1,87 miliar dari 29 pelaku usaha dan menyerap lebih dari 16.000 tenaga kerja.

PT UOI menjadi salah satu investor kunci. Pada semester I 2026, ekspor UOI tercatat US$403 juta atau lebih dari separuh total ekspor KEK Sei Mangkei sebesar US$778 juta.
Chief Supply Chain Officer Unilever Willem Uijen menyebut, fasilitas UOI diproyeksikan mampu mengirim 600.000 ton produk oleokimia ke lebih dari 30 negara, dengan potensi nilai ekspor mencapai US$800 juta.
Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih menyebut KEK Sei Mangkei sebagai peluang besar mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Keberadaan KEK Sei Mangkei harus mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Simalungun. Kita berharap investasi terus berkembang, membuka lebih banyak kesempatan kerja, meningkatkan kompetensi SDM, serta memberi peluang luas bagi pelaku usaha dan UMKM lokal,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan pentingnya sinergi pusat, daerah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan.
Dengan pengembangan ini, KEK Sei Mangkei diharapkan semakin memperkuat posisi Kabupaten Simalungun sebagai kawasan strategis hilirisasi industri, motor penggerak investasi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara. (ril/th)







