Model
EkonomiPematangsiantarPolitikSeremonial

Dinas Koperasi Siantar Gelar Donor Darah Sambut HUT Ke-79, Warga Sindir: Koperasi Berdaya, Tapi Akses Modal Masih Sulit

83
×

Dinas Koperasi Siantar Gelar Donor Darah Sambut HUT Ke-79, Warga Sindir: Koperasi Berdaya, Tapi Akses Modal Masih Sulit

Sebarkan artikel ini

SIANTAR | DIAN24NEW.COM
Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Pematangsiantar menggelar Bakti Sosial Donor Darah di UPTD PMI Kota Pematangsiantar, Jalan Sutomo, Kamis 3/9/2026 dan Jumat 4/9/2026. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Koperasi Kota Pematangsiantar Tahun 2026 dengan mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Pematangsiantar Herbet Aruan SPd MH mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan bersama seluruh gerakan koperasi di Siantar.

“Kegiatan donor darah ini sebagai bentuk bakti sosial kita kepada masyarakat, khususnya di Kota Pematangsiantar,” sebut Herbet, Kamis 3/9/2026.

Ia berharap masyarakat semakin cinta koperasi dan koperasi bisa membaktikan diri untuk masyarakat. “Sehingga masyarakat dan koperasi bisa matching. Kita juga ingin seluruh masyarakat menjadi anggota koperasi,” terang Herbet.

Baca Juga  Wali Kota Pematangsiantar Launching KKPD dan QRIS SKPD, Dorong Digitalisasi Keuangan Daerah

Ketua Panitia Ali Umri Purba dari KSP Hatirongga Nahobas menambahkan, masih banyak agenda lain seperti talkshow, pasar murah. Puncaknya pada 18 September 2026 di Lapangan Adam Malik akan ada jalan santai, senam sehat, periksa kesehatan gratis, lucky draw, dan bazar penggiat koperasi.

Perwakilan UPTD PMI Kota Pematangsiantar Marthin Saragih mengapresiasi kegiatan ini. “Kami mengajak untuk mendonorkan darah. Kita sehat, saudara kita terbantu,” tukasnya.

Namun di balik kemeriahan seremonial itu, sejumlah pelaku UMKM di Siantar menyoroti persoalan mendasar koperasi.

“Acara donor darah bagus, tapi jangan sampai berhenti di seremoni saja. Realitanya masih banyak koperasi yang susah akses modal, bunganya tinggi, dan pembinaan dari dinas minim,” ujar salah seorang pedagang di Pasar Horas yang enggan disebut namanya.

Baca Juga  Wali Kota dr Susanti : Keberadaan Aisyiyah di Kota Pematangsiantar harus dapat dirasakan masyarakat. 

Kritik senada juga muncul dari anggota koperasi. Mereka menilai tema “Koperasi Berdaya” belum sepenuhnya dirasakan. Bantuan permodalan, pelatihan manajemen, dan akses pasar untuk UKM masih jauh dari harapan.

“Kalau mau koperasi berdaya, bantu kami permodalan yang bunganya ringan. Jangan cuma ajak donor darah dan bazar,” katanya.

Data Dinas Koperasi mencatat masih banyak koperasi di Siantar yang pasif, pengurus tidak aktif, dan laporan pertanggungjawaban tidak jalan. Di sisi lain, menjamurnya koperasi simpan pinjam ilegal justru membuat masyarakat trauma.

Herbet Aruan sendiri mengakui Dinas masih terus mendorong agar seluruh masyarakat menjadi anggota koperasi. Namun hingga kini belum ada skema konkret dari Pemko untuk memperkuat permodalan dan pengawasan koperasi agar tidak menyimpang.

Baca Juga  Pesona Simalungun dan Ragam Etnis Pematangsiantar “Basahi” Karnaval Budaya Nusantara di Medan

Peringatan HUT Koperasi ke-79 ini seharusnya menjadi momentum evaluasi. Bukan hanya meriah dengan donor darah dan senam, tetapi juga menjawab persoalan nyata: bagaimana membuat koperasi benar-benar menjadi soko guru ekonomi kerakyatan di Pematangsiantar, bukan sekadar nama di atas kertas. (ril/th)