SIMALUNGUN | DIAN24NEW.COM
Krisis air bersih yang dialami pelanggan PDAM Tirta Lihou Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun semakin memprihatinkan. Distribusi air yang hidup satu hari, besoknya macet, begitu terus berulang hampir tiap minggu, membuat warga sering tidak bisa mandi.

Keluhan tersebut disampaikan salah seorang pelanggan yang mewakili seluruh pelanggan PDAM Tirta Lihou Kecamatan Gunung Maligas yang mengaku resah. Ia meminta agar Direktur Utama Perumda Tirta Lihou segera mencopot Kepala Cabang PDAM Tirta Lihou Kecamatan Gunung Maligas.
“Sudah lama berlangsung, hidup satu hari, besoknya macet, begitulah terus. Kami mewakili seluruh pelanggan air PDAM Tirta Lihou Kecamatan Gunung Maligas mengaku resah. Kami minta Dirut untuk copot Kacab PDAM Tirta Lihou Kecamatan Gunung Maligas,” tegas nara sumber kepada DIAN24NEW.COM, Rabu malam 14/10/2026.

Menurutnya, alasan kerusakan pompa yang selalu disampaikan pihak PDAM sudah tidak masuk akal dan terkesan pembiaran. Hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan air bersih yang layak sebagai kebutuhan dasar telah terabaikan.
Sementara itu, menurut salah seorang pegawai PDAM Tirta Lihou Kecamatan Gunung Maligas, Erfina Sijabat saat dikonfirmasi Rabu (14/10) malam mengatakan, pompa air sering rusak.
Jawaban tersebut justru memicu kekecewaan warga. Warga menilai manajemen PDAM Tirta Lihou Cabang Gunung Maligas tidak profesional dan tidak memiliki solusi jangka panjang untuk mengatasi kerusakan pompa yang berulang.

Warga berharap Bupati Simalungun dan DPRD Simalungun tidak tutup mata terhadap persoalan ini. Evaluasi total terhadap kinerja Kacab Gunung Maligas dinilai harus segera dilakukan demi menyelamatkan pelayanan publik di wilayah tersebut. (tim)







