Example 120x600
EkonomiMingguanPeristiwaPolitikRegionalSeremonialSimalungun

Longsor Tutup Akses di Nagori Tani Silou Kahean, 50 KK Terdampak dan Listrik Padam

175
×

Longsor Tutup Akses di Nagori Tani Silou Kahean, 50 KK Terdampak dan Listrik Padam

Sebarkan artikel ini

 

SIMALUNGUN | DIAN24NEW.COM
Tingginya curah hujan di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun menyebabkan tanah longsor dari perbukitan di sisi jalan menutup akses utama masyarakat termasuk jalur anak-anak menuju sekolah.

Berdasarkan laporan kecamatan, longsor terjadi Rabu malam 28/10/2026 di Dusun Nagori Mariring Nagori Tani Kecamatan Silou Kahean sekitar pukul 22.00 WIB. Material tanah disertai pepohonan menutupi badan jalan sehingga mobilitas warga terhambat dan transportasi terganggu.

Peristiwa juga menyebabkan aliran listrik terputus serta potensi longsor susulan di sisi badan jalan. Hingga kini tidak dilaporkan korban jiwa.

Menyusul kejadian Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui BPBD turun ke lapangan Jumat 30/10/2026 melakukan peninjauan langsung, pendataan dampak, serta koordinasi percepatan pemulihan akses.

Baca Juga  Kunjungan Tim Safari Ramadhan Kabupaten Simalungun ke Masjid Al-Ikhlas Pamatang Batu III Nagori Silou Malela

Kabid Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Simalungun Robbi Sinaga bersama personel BPBD yang mendapat mandat dari Kepala BPBD saat meninjau lokasi mendapati jalan tertutup hanya dapat dilalui roda dua.

“Dalam penanggulangan bencana keselamatan jiwa masyarakat merupakan prioritas utama. Karena itu kami melakukan peninjauan sekaligus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan kondisi lapangan serta menentukan langkah penanganan,” ujar Robbi didampingi unsur kecamatan dan masyarakat.

Robbi menyampaikan BPBD terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Silou Kahean, perangkat Nagori Tani, serta instansi terkait untuk mengantisipasi dampak dan mempercepat penanganan. Ia mengimbau masyarakat tidak mengabaikan keselamatan saat melintasi kawasan longsor.

Berdasarkan laporan kecamatan kejadian berdampak kepada sekitar 50 kepala keluarga KK. Sebagai langkah awal BPBD telah melakukan asesmen dan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan serta perangkat Nagori untuk memetakan kondisi terkini dan kebutuhan penanganan darurat.

Baca Juga  Peserta Lake Toba Bike Adventure 2024 Welcome Dinner di Rumdis Wali Kota 

Untuk mempercepat pemulihan akses BPBD berkoordinasi dengan Dinas PUTR terkait mobilisasi alat berat guna membersihkan material tanah yang menutupi badan jalan. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan guna memastikan kesiapan dukungan penanganan darurat bagi warga terdampak.

Penanganan melibatkan BPBD Simalungun, unsur Kecamatan Silou Kahean, Forkopimca, perangkat nagori, pihak perusahaan swasta, serta masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mempercepat penanganan dan memulihkan akses transportasi.

Sekda Kabupaten Simalungun Mixnon Andreas Simamora menegaskan Pemkab terus memberikan perhatian serius terhadap setiap kejadian bencana yang berdampak pada masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Simalungun berkomitmen tanggap terhadap kejadian bencana. Koordinasi antar perangkat daerah dan seluruh unsur terkait harus terus diperkuat agar penanganan dapat dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  Al Washliyah Simalungun Gelar Musda XII 2026, Bupati Tegaskan Peran Strategis Ormas Islam Bangun Daerah

Sekda mengimbau masyarakat di kawasan rawan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan terutama saat hujan intensitas tinggi. Warga diminta segera melapor kondisi berpotensi membahayakan kepada aparat setempat.

Masyarakat yang melintasi kawasan terdampak diharapkan berhati-hati dan tidak memaksakan perjalanan roda empat sebelum akses dinyatakan aman. (ril/th)