Example 120x600
EkonomiNasionalPematangsiantarPeristiwaPolitikRegional

Samuel Silaen Klarifikasi: Hanya Bantu Survei Harga Komputer di Medan, Bukan Terlibat Pengadaan Dinkes

282
×

Samuel Silaen Klarifikasi: Hanya Bantu Survei Harga Komputer di Medan, Bukan Terlibat Pengadaan Dinkes

Sebarkan artikel ini

SIANTAR | DIAN24NEW.COM
Samuel Silaen memberikan klarifikasi terkait keterlibatannya dalam perkara pengadaan barang yakni komputer di Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar. Ia menegaskan perannya hanya sebatas membantu temannya, Apandi, melakukan survei harga komputer di Medan.

Samuel mengaku mengenal Apandi sejak sekitar tahun 2017-2018. Saat itu Apandi dikenal sebagai pegawai yang menangani pemeliharaan komputer, AC dan sarana lainnya di Dinas Kesehatan. Perkenalan keduanya semakin dekat ketika Samuel bertugas sebagai auditor di Inspektorat dan melakukan pemeriksaan di Dinas Kesehatan.

“Beliau ini memang terkenal di Dinas Kesehatan dan memegang pemeliharaan komputer, AC, dan sebagainya. Lalu ketika saya di Inspektorat sebagai auditor, saya ada pemeriksaan di Dinas Kesehatan dan bertemu dengan beliau,” ujar Samuel ditemui Dian24New.Com, Rabu (4/11/2026), diruangan kerjanya.

Setelah perkenalan itu, komunikasi keduanya terus terjalin dengan baik. Apandi juga pernah menjadi Anggota POKMAS di Kecamatan Siantar Utara dan kerap meminta saran kepada Samuel. Keduanya sering bertemu untuk minum kopi di Jalan Cokro.

Baca Juga  Pembersihan dan Pembenahan Stadion Sang Naualuh, Atensi Wesly Silalahi di Apresiasi Ketua KONI & Masyarakat

Suatu ketika, Apandi menghubungi Samuel karena ada pekerjaan yang membutuhkan survei harga. Apandi memberikan selembar kertas berisi beberapa item yang diminta untuk disurvei ke Medan.

“Dia ngasih berkas lah, ngasih selembar kertas isinya beberapa item yang mau disurvei ke Medan. Lalu saya terima. Saya tanya ini mau di mana, beliau menyampaikan di Jalan Merajingga,” kata Samuel.

Samuel kemudian berangkat ke Medan bersama istrinya pada siang hari. Ia berhenti di salah satu toko di kawasan tersebut, sekitar 10 hingga 20 meter dari simpang. Ia masuk ke gudang komputer pertama dan bertemu dengan pegawai toko.

“Saya mau cek barang ini, harga tolong buat harganya ya dan stoknya, karena teman saya mau beli agak banyak jumlahnya,” ujar Samuel menirukan ucapannya kepada pegawai toko.

Baca Juga  Pemko Pematangsiantar Pasang 50 Unit CCTV untuk Pantau Lalu Lintas dan Keamanan

Karena pegawai toko membutuhkan waktu untuk mengecek kurs dolar dan stok, Samuel meninggalkan toko tersebut dan mendatangi 3 hingga 4 toko lainnya dengan permintaan yang sama. Pada hari itu, belum ada toko yang bisa memberikan kesimpulan harga.

Seminggu kemudian, saat kembali ke Medan, Samuel menagih hasil survei tersebut. Ia mengambil hasil survei dari toko pertama hingga toko keempat. Sebagian lengkap, sebagian tidak lengkap sesuai daftar di kertas tersebut.

“Semuanya tidak lengkap dalam keinginan yang ada di satu kertas ini. Tapi saya tampung saja, karena inilah keadaan realnya,” katanya.

Setelah mengambil hasil survei, Samuel pulang dan bertemu dengan Apandi untuk menyerahkan kertas hasil survei tersebut. Minggu berikutnya, Apandi kembali menghubungi Samuel dan menyampaikan pilihannya jatuh pada salah satu gudang komputer yang telah disurvei.

Samuel menegaskan dirinya tidak mengetahui proses tender maupun siapa perusahaan pemenang dalam pengadaan tersebut. Ia juga tidak mempelajari berkas pengadaan karena merasa hanya diminta membantu survei.

Baca Juga  Petaka Kulit Rambutan, Dada dan Punggung Balita 5 Tahun di Simalungun Disetrika Panas Oleh Inang Nguda

“Yang mengajukan ada berapa perusahaan, itu ditender enggak, gak tau lah, itu Dinkes punya lah itu. Kan urusan Dinkes lah. Ya karena aku pikir sebatas survei saja,” tegasnya.

Terkait pemeriksaan aparat penegak hukum, Samuel membenarkan dirinya sudah dimintai keterangan oleh Kejaksaan sebanyak 3 hingga 4 kali dengan jumlah pertanyaan lebih dari 20 pertanyaan.

“Oh iya, saya sudah diminta keterangan sama Jaksa. Sudah 3 atau 4 kali. Lebih di atas 20 pertanyakan kayaknya,” ujarnya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui adanya kaitan dengan sosok istri maupun dokumen-dokumen lain yang muncul dalam perkara tersebut.

“Gak tau saya, saya baru tau ini ada kaitan-kaitan, sampai beberapa lembar. Itu tuh gak tau sama gak tau,” pungkas Samuel Silaen yang saat ini menjabat sebagai Plt Kabag Umum. (th)