SIMALUNGUN I DIAN24NEW.COM
Pemerintah melalui program strategis nasional merencanakan kawasan SIMTRA (Simalungun Militery Training Area) di Kecamatan Silou Kahean dan Kecamatan Dolok Silau sebagai lokasi latihan militer Kodam 1/BB. Program ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan aparat TNI dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam, seperti banjir, longsor, dan kebakaran hutan, Kamis (29/01/2026)

Danrindam 1/BB mengutus Mayor Inf Budi Permana dan Kapten Inf E.J Sipayung untuk berkoordinasi dengan para camat, pangulu, dan tokoh masyarakat. Mereka merespon positif tujuan program ini, yang juga mencakup reboisasi lahan kosong oleh Rindam 1/BB dan Dinas Kehutanan
Program ini bertujuan tidak hanya untuk kepentingan pertahanan, tetapi juga sebagai langkah antisipasi dan penanggulangan bencana alam di wilayah Kabupaten Simalungun dan sekitarnya.
Keberadaan SIMTRA di Silou Kahean diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan aparat TNI dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam, seperti banjir, longsor, dan kebakaran hutan yang kerap mengancam wilayah dengan kondisi geografis perbukitan dan hutan.
Program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah, di mana kawasan latihan tersebut nantinya juga dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan penanganan darurat bencana, evakuasi masyarakat, serta simulasi tanggap darurat.
Sejumlah pihak menilai bahwa pembangunan SIMTRA akan memberikan dampak positif bagi daerah, baik dari sisi keamanan, kesiapsiagaan bencana, maupun peningkatan ekonomi masyarakat sekitar melalui pembangunan infrastruktur pendukung.
Pemerintah menegaskan bahwa dalam pelaksanaan program ini akan tetap memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta melibatkan masyarakat setempat agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.
Dengan adanya SIMTRA sebagai tempat latihan Kodam I/BB di Silou Kahean dan Dolok Silau diharapkan wilayah Simalungun semakin siap menghadapi berbagai ancaman bencana alam, sekaligus memperkuat pertahanan dan ketahanan nasional yg nantinya juga akan di laksanakan Reboisasi bagi Lahan2 yg Kosong Oleh Rindam 1/BB dan Dinas Kehutanan .
Dalam Hal Peeencanaan tersebut Pihak Danrindam I/BB Mengutus Mayor inf Budi Permana ( Dandenmalat ) dan Kapten inf E.J Sipayung ( Kadepmilum) Berkordinasi dengan Para Camat dan Pangul u Jajaran beserta dengan Tokoh Masyarakat Mereka Merespon Tujuan Danrindam 1/BB untuk Pengawasan Hutan tersebut. (***)







