Model
KebudayaanPematangsiantarSeremonial

Haul ke-112 Raja Sang Naualuh Damanik Pertama Kali Digelar di Masjid Raya Pematangsiantar

59
×

Haul ke-112 Raja Sang Naualuh Damanik Pertama Kali Digelar di Masjid Raya Pematangsiantar

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.COM
Haul ke-112 Raja Sang Naualuh Damanik untuk pertama kali digelar di Masjid Raya, Jalan Masjid Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kamis 23 April 2026 malam.

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi bersama Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi dan Forkopimda Plus hadir. Turut hadir ahli waris Raja Sang Naualuh Damanik, Tuan Difi Sang Nuan Damanik.

Dalam sambutan, Wesly sebut Haul bukan sekadar mengenang wafatnya tokoh, tetapi momentum teladani nilai perjuangan, kepemimpinan, dan pengabdian Raja Sang Naualuh Damanik dalam sejarah Pematangsiantar.

“Beliau merupakan sosok pemimpin yang tidak hanya dikenal karena keberanian dan kebijaksanaannya, tetapi juga karena komitmennya dalam menjaga persatuan, nilai-nilai adat, serta keharmonisan di tengah masyarakat. Semangat inilah yang sepatutnya kita warisi dan kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini,” kata Wesly.

Wesly tegaskan Haul bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Pematangsiantar sebagai penghormatan kepada leluhur yang meletakkan dasar pembangunan, persatuan, dan kebersamaan. Ia ajak generasi muda gali sejarah dan kearifan lokal untuk perkuat jati diri masyarakat berbudaya dan berkarakter.

Baca Juga  Wali Kota Pematangsiantar Jamu Tim Paduan Suara HKBP Jati Waringin

Tuan Difi Sang Nuan Damanik, cicit Raja Sang Naualuh Damanik, sampaikan Haul perdana di Masjid Raya ini bermakna khusus. Ia baru tahu dari pengurus masjid bahwa tanah Masjid Raya adalah wakaf dari kakek buyutnya. “Saya cicit dari kakek buyut saya, Raja Sang Naualuh Damanik. Anaknya Raja Sang Naualuh Damanik adalah oppung saya dari permaisuri,” ujarnya.

Difi paparkan silsilah: Raja Sang Naualuh Damanik punya empat istri. Istri terakhir Boru Saragih dari Silampuyang menjadi permaisuri dan melahirkan Sarmahata Damanik. Sarmahata punya tujuh anak, sulungnya Syah Alam Damanik, Marsekal Muda TNI AU. Dari pernikahan dengan Halimah br Sinaga, lahir tiga anak, salah satunya Difi.

“Raja Sang Naualuh Damanik telah mewakafkan tanahnya untuk mendirikan Masjid Raya Pematangsiantar. Mudah-mudahan amal jariyah mengalir terus kepada Raja Sang Naualuh Damanik,” kata Difi. Ia tambahkan Raja juga beri tanah ke masyarakat Nasrani dan umat lain. “Dan itu yang menyebabkan Siantar itu melekat sebagai Kota Toleransi,” ujarnya.

Baca Juga  Wali Kota Pematangsiantar Tekankan Pentingnya Profesionalisme dan Kode Etik Jurnalistik

Difi ucapkan selamat atas peringkat 4 Indeks Kota Toleran untuk Pematangsiantar. “Selamat ya Bapak Wali Kota. Mudah-mudahan dapat dipertahankan terus ke depannya. Semoga haul perdana di Masjid Raya ini dapat dilanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Ketua BKM Masjid Raya Prof Dr Ir Harmein Nasution sampaikan terima kasih ke Wali Kota, OPD, TNI/Polri, perbankan, dan tamu. Ia jelaskan makna Haul sebagai peringatan wafat tokoh yang berdampak besar ke masyarakat.

Harmein terang, tahun 1906 tanah Masjid Raya diwakafkan Raja Sang Naualuh Damanik kepada masyarakat, diterima Tuan Syech H Abdul Jabbar Nasution dan Pangulu Hamzah Daulay. Dibangun 1906, dipakai shalat Jumat 1911. Masjid Raya termasuk tujuh masjid bersejarah di Indonesia karena Raja Sang Naualuh Damanik terlibat langsung membangunnya.

Baca Juga  Polsek Dolok Pardamean Gerak Cepat Padamkan Kebakaran Lahan di Simalungun

“Perlu kita lestarikan, perlu kita membuat buku tentang kepemimpinan Raja Sang Naualuh Damanik. Sehingga di kemudian hari bisa jadi bahan ajar untuk sekolah-sekolah di Pematangsiantar dan Simalungun,” kata Harmein. Ia dorong Pemko rawat aset sejarah sebagai wisata religius berbasis Sapangambei Manoktok Hitei.

Hadir sebagai narasumber akademisi Drs Shohibul Anshor Siregar yang paparkan sejarah Raja Sang Naualuh Damanik.

Turut hadir Wakil Wali Kota Herlina, Kapolres AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana, KPw BI Ahmadi Rahman, Ketua Yayasan Raja Sang Naualuh Damanik Evra Sassky Damanik, mewakili Denpom 1/I, mewakili Kejari, Ketua DMI Pematangsiantar Drs H Natsir Armaya Siregar, pimpinan organisasi Islam, pimpinan OPD, camat, serta undangan lain. (***)