SIANTAR – DIAN24NEW
Harapan pedagang ikan yang berjualan di pasar Dwikora Parluasan Kota Pematang Siantar Sumatera Utara (Sumut) tertumpu kepada Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani. Pasalnya, Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD-PHJ) Kota Pematang Siantar dibawah kepemimpinan Bolmen Silalahi, sampai sejauh ini tidak bisa diharapkan oleh pedagang ikan lagi keseriusan PD-PHJ sebagai pengelola Pasar Dwikora Parluasan Kota Pematang Siantar diragukan.
Dimana, para pedagang ikan di Pasar Dwikora Parluasan Kota Pematang Siantar, Sumut mengaku dipaksa bersabar oleh PD Pasar Horas Jaya, setelah rangka atap pasar ambruk, Rabu (27/12/2023) malam tadi.
Padahal, sudah berkali-kali mereka (para pedagang ikan) mengeluhkan rangka atap yang sudah memberikan tanda-tanda bakal ambruk.
Para pedagang mengaku rangka atap itu harusnya sudah lama diperbaiki oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pematang Siantar, melalui PD-PHJ. Sebab, bangunan itu berdiri sejak era Wali Kota Pematang Siantar Almarhum Hulman Sitorus.
“Ini bangunan sudah sejak zaman Pak Hulman. Memang butuh perawatan lah tempat ini, tapi gak ada inisiatif Pemko Pematang Siantar memperbaikinya,” ujar inang-inang yang berdagang ikan di sana.
Para ibu-ibu ini mengaku pihak PD Pasar Horas Jaya sudah datang mengecek rubuhnya rangka atap di Pasar Dwikora Parluasan. Namun mereka hanya memberi solusi untuk bersabar.
“Kami cuma disuruh sabar, sabar terus,” kata mereka (para pedagang ikan)
Senada dengan para ibu-ibu pedagang ikan di sana, Andika, yang juga seorang pedagang ikan mengaku sudah seringkali serpihan karat jatuh setiap kali hujan maupun angin kencang melanda.
“Sudah ada gejalanya. Sudah sering serpihan-serpihan karat ini jatuh ke sini dan mengenai dagangan. Sempat ada pengaduan, belum direspons, sampai ada kejadian ini lah,” kata Andika.
Kendati demikian, kata Andika, para pedagang masih sempat bersyukur walau tak ada keseriusan pemerintah kota maupun PD PHJ dalam peristiwa ini.
Sebab waktu kejadian adalah malam hari yang notabene tak ada aktivitas perdagangan saat itu.
“Alhamdulillah nggak ada korban. Kalau siang pasti ada korban. Padahal lagi banyak-banyaknya penjualan (momen Natal dan Tahun Baru ini). Tapi kalau begini, rezeki pun terhalang,” kata Andika.
Pantauan di lokasi, kondisi atap yang ambruk terjadi karena kerangka penopang atap berbahan baja besi ringan sudah keropos. Perhitungannya, ada sekitar 20 lapak pedagang yang tertimpa. Sehingga, terpaksa pindah ke tempat lain dengan menggunakan meja seadanya.
Keterangan dari sejumlah pedagang lainnya, sebelumnya pedagang sudah kawatir dengan kondisi atap balairung yang banyak keropos itu. Nyatanya, kekawatiran tersebut terbukti dan atap balairung ternyata roboh meski tidak ada hujan.
“Tadi malam tidak ada hujan dan angin juga tidak kencang. Tiba-tiba atap roboh dan wajar roboh karena tiang penyangga sudah banyak keropos,” kata Iril (27), pedagang ikan yang lapaknya hanya tiga meter dari atap yang ambruk.
Dijelaskan, kalau ada rencana pihak Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) sebagai pengelola Pasar Dwikora, merelokasi pedagang ikan, pedagang menyatakan menolak. Untuk itu, pihak PD PHJ diminta segera melakukan perbaikan tanpa mengganggu aktifitas pedagang.
Pihak Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Siantar, Agustina Sihombing telah meninjau atap balairung yang ambruk tersebut. Bahkan, meminta pihak PD PHJ segera mengajukan permohonan perbaikan kepada Walikota Siantar.
“Ya, ajukan saja langsung permohonan anggaran perbaikan supaya perbaikannya dapat dilakukan,” ujar Agustina Sihombing kepada Diretur Operasional PD PHJ, Evra Saskia Damanik di sekitar lokasi ambruknya atap balairung tersebut.
Sementara, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihak PD PHJ telah memasang police line di sekitar atap balairung yang ambruk. Tujuannya agar pedagang tidak berjualan di sekitar lokasi.
“Kalau perhitungan kita, ada sekitar 20 lapak pedagang yang ditimpa atap yang ambruk. Jadi, harapan kita pedagang diminta bersabar karena soal perbaikan akan dilakukan segera,” kata Evra Saskia Damanik.
Direktur Utama PD PHJ, Bolmen Silalahi yang juga sudah meninjau ambruknya atap balairung mengatakan, pihaknya sedang mengusulkan anggaran perbaikan sarana dan prasarana Pasar Dwikora yang ambruk tersebut. Kemudian, untuk upaya perbaikan, sudah dibentuk tim. Hanya saja, soal teknis sedang dalam perencanaan.
“Kita segera membuat usulan anggaran untuk perbaikan kepada Walikota,” ujarnya sembari mengatakan memang ada rencana merelokasi pedagang ke Balairung Rajawali. Hanya saja, itu juga perlu dirapatkan dengan para pedagang.
Dirut juga mengatakan, pihaknya pernah sudah mengajukan anggaran perbaikan melalui Rancangan APBD Siantar 2024. Tetapi, karena ada kendala teknis, saat dilakukan Rapat Pembahasan Rancangan APBD Siantar 2024 dengan Komisi II DPRD Siantar, akhirnya tidak ditampung.
Terpisah, anggota DPRD Siantar, Metro B Hutagaol dari Komisi II membenarkan pernah membahas usulan anggaran yang diajukan PD PHJ sebagai penyertaan modal dalam rangka perbaikan sarana dan prasarana perbaikan Pasar Horas dan Pasar Dwikora.
“PD PHJ mengajukan RKAP untuk perbaikan sarana dan prasarana Pasar Horas dan Pasar Dwikora. Tapi, karena tidak ditandatangani Walikota, anggarannya tidak direkomendasi untuk tidak ditampung,” kata Metro.
Namun, meski APBD Siantar 2024 akan dieksaminasi Gubernur, Pemko Siantar melalui Walikota masih bisa menampung anggaran perbaikan sarana dan prasarana tersebut Hanya saja, yang mengerjakannya Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman Rakyat (PUPR) Kota Siantar. Namun, harus tetap atas persetujuan DPRD Siantar.
“Karena pihak PD PHJ tidak memiliki tenaga teknis, yang mengerjakannya pihak PUPR,” ujar Metro sembari mengatakan, secara pribadi pernah meminta kepada Dewan Pengawas PD PHJ untuk mengajukan anggaran perbaikan sarana dan prasarana Pasar Horas Jaya dan Pasar Dwikora.
“Dari pada dana hibah disalurkan kepada pihak yang lain, lebih baik dana hiibah diberikan kepada PD PHJ dalam rangka perbaikan saran dan prasarana yang memang sudah sangat dibutuhkan,” ujar Metro mengakhiri.
Editor. : Taman Haloho










