Model
Peristiwa

Hilang di Sungai Bah Tongguran, Pria 58 Tahun Diduga Hanyut, Jembatan Bambu Patah, Motor Masih Terparkir

247
×

Hilang di Sungai Bah Tongguran, Pria 58 Tahun Diduga Hanyut, Jembatan Bambu Patah, Motor Masih Terparkir

Sebarkan artikel ini

 

SIMALUNGUN I DIAN24NEW.COM
Misteri di aliran sungai. Minggu 28/06/2026, warga Dusun II Hubuan, Nagori Bosar Galugur, Kecamatan Tanah Jawa geger. Mula Sirait alias Pak Priska, 58 tahun, dilaporkan hilang diduga hanyut terbawa arus Sungai Bah Tongguran. Hingga sore, korban belum ditemukan.

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba benarkan peristiwa, Minggu 28/06/2026 pukul 18.18 WIB.

Peristiwa bermula dari laporan Pangulu Bosar Galugur Pahotan Manurung ke Kapolsek Tanah Jawa, Minggu pukul 12.00 WIB. Informasi: ada warga diduga hanyut saat melintas jembatan bambu menuju ladang di seberang sungai.

Saksi Op. Micael, pemilik warung Huta Hubuan, korban berangkat sendiri pukul 08.00 WIB pakai motor menuju ladang seberang Sungai Bah Tongguran.

Baca Juga  Pemkab Simalungun Raih WTP Tiga Kali Berturut-turut, BPK: Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan

Saksi Bunga Sianturi, punya ladang dekat TKP: dengar suara motor berhenti area sawit pukul 09.00 WIB. Tapi sampai pukul 12.00 WIB tak ada yang lewat balik. Saat pulang, ia lihat jembatan bambu penyeberangan patah dan tidak di posisinya. Motor korban masih terparkir, tapi orangnya hilang.

Upaya hubungi HP korban nihil, ponsel tidak aktif. Warga lalu lapor aparat.

Pukul 12.30 WIB, Kapolsek Tanah Jawa Kompol Banuara Manurung S.H bersama Pangulu, perangkat nagori, Babinsa, Bhabinkamtibmas, personel Polsek, Damkar, dan warga langsung gelar pencarian di lokasi dan sekitar aliran sungai.

Personel yang diterjunkan, Ipda Abar Manik, Aiptu A.L Siahaan, Bripka Virman Herianto Tampubolon S.H, di bawah Kompol Banuara. Hingga laporan sore, penyisiran masih berlanjut di sepanjang Sungai Bah Tongguran.

Baca Juga  Bandar Narkoba di Padang Mahondang Ditangkap, Warga Kirim Papan Bunga ke Polsek Pulau Raja

Tiga tanda janggal jadi fokus, yakni, 1) Jembatan bambu patah dan lepas, 2) Motor korban terparkir utuh di seberang, 3) Korban raib tanpa jejak dan HP mati. Belum ada saksi mata melihat korban jatuh. Arus sungai saat itu diduga kuat jadi penyebab.

AKP Verry, “Kami koordinasi Tim SAR BPBD, Forkopimcam, dan lanjutkan pencarian sepanjang aliran. Semua perkembangan lapor pimpinan.”

Kompol Banuara: “Kami maksimalkan upaya sampai korban ditemukan. Libatkan semua elemen masyarakat dan instansi terkait.”

Jembatan bambu penyeberangan warga tani kini jadi titik tanda tanya besar. Motor ada, pemiliknya hilang. Tim gabungan masih kejar waktu dan arus sungai untuk temukan Mula Sirait alias Pak Priska.

Baca Juga  Aksi Humanis Satpol PP Bongkar Satu Kios di Nagori Saribu Asih Kecamatan Hatonduhan di Apresiasi

Polres Simalungun menegaskan kehadiran cepat Polri di situasi darurat: berintegritas dan humanis. (th)