SIANTAR I DIAN24NEW.COM
Pemerintah Kota Pematangsiantar bersama Forum Kerukunan Umat Beragama FKUB menggelar Silaturahmi dan Dialog Kerukunan di Convention Hall Siantar Hotel, Kamis 13/8/2026.
Kegiatan mengusung tema “Kerukunan sebagai Fondasi Bangsa untuk Membangun Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras”.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, SH, M.Kn diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Muhammad Hamdani Lubis, SH membuka kegiatan. Turut hadir Kapolres Pematangsiantar diwakili AKP Maxi Manurung, Kakan Kemenag diwakili Amrial Saragih, Ketua FKUB Drs HM Ali Lubis beserta jajaran, para tokoh agama, tokoh pemuda, dan undangan lainnya.
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Hamdani, Pemko mengapresiasi FKUB yang terus berkomitmen menjaga kerukunan antar umat beragama.
“Kegiatan seperti ini sangat penting, karena kerukunan tidak cukup hanya kita bicarakan, tetapi harus kita rawat melalui komunikasi, silaturahmi, saling menghormati, dan saling memahami,” katanya.
Hamdani menegaskan pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur, ekonomi, dan pelayanan publik. “Tetapi juga bagaimana kita membangun masyarakat yang hidup dalam suasana aman, damai dan saling menghargai,” ujarnya.
Ia menyebut Pematangsiantar sejak dahulu dikenal sebagai kota yang beragam suku, agama, dan budaya. Keberagaman itu bukan kelemahan, melainkan kekuatan.
“Perbedaan keyakinan jangan menjadi alasan untuk menjauh, tetapi justru menjadi kesempatan untuk saling mengenal, menghormati, dan memperkuat persaudaraan. Kita patut bersyukur Kota Pematangsiantar telah mendapat pengakuan sebagai salah satu kota yang memiliki tingkat toleransi yang baik. Namun penghargaan itu justru menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mempertahankan dan meningkatkannya,” jelasnya.
Hamdani juga menekankan Pemko tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan pemuka agama, FKUB, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat.
“Saya berharap FKUB dapat terus menjadi ruang bersama untuk berdialog, membangun komunikasi dan menyelesaikan berbagai persoalan secara bijaksana sebelum berkembang menjadi konflik,” harapnya.
Ia mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum tentu benar, terutama di media sosial.
“Jangan sampai perbedaan pilihan, perbedaan pandangan, maupun perbedaan keyakinan membuat persaudaraan kita menjadi renggang. Mari kita tanamkan semangat ‘berbeda keyakinan, tetapi tetap satu dalam persaudaraan sebagai warga Kota Pematangsiantar’,” tuturnya.
Di akhir sambutan, Hamdani mengajak menjadikan kerukunan sebagai kekuatan untuk mewujudkan Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
“Kepada seluruh peserta dialog, diharapkan kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan gagasan, komitmen, dan langkah nyata untuk terus menjaga kerukunan di tengah masyarakat,” sebutnya.
“Semoga silaturahmi dan dialog yang kita laksanakan hari ini semakin mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Kota Pematangsiantar. Kerukunan kita jaga, persaudaraan kita perkuat, Pematangsiantar semakin hebat,” tutupnya.
Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan diskusi bersama para tokoh agama untuk merumuskan langkah konkret menjaga kerukunan di Kota Pematangsiantar. (ril/th)







