Model
EkonomiMingguanNasionalPolitikRegionalSeremonialSimalungun

48 Kilometer Jalan Rusak, Warga Silou Kahean Dorong Kolaborasi Pemkab Simalungun – Pemprov Sumut

108
×

48 Kilometer Jalan Rusak, Warga Silou Kahean Dorong Kolaborasi Pemkab Simalungun – Pemprov Sumut

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN | DIAN24NEW.COM
Kondisi sejumlah ruas jalan utama di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun masih menjadi perhatian. Kerusakan dinilai mengganggu kenyamanan, mobilitas, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sedikitnya empat ruas utama disorot: Nagori Damakkitang–Nagori Tani sekitar 6 km, Damakkitang–Sinasih 8-9 km, Dolok–Dolok Marawa 6 km, serta Simanabun–Pangalbuan Raya sekitar 28 km. Total panjang yang menjadi perhatian masyarakat mencapai 48-49 km.

Jalan merupakan urat nadi kehidupan Silou Kahean. Akses ini menghubungkan antar-nagori untuk bekerja, mengangkut hasil pertanian, sekolah, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi.

Keprihatinan disampaikan Sekretaris Tuppuan Damanik Boru Panogolan TDBP Silou Kahean Arifin Damanik.

“Jalan adalah urat nadi masyarakat. Ketika akses jalan mengalami kerusakan, dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama petani yang membawa hasil pertanian, anak-anak yang pergi ke sekolah, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, dan pelaku usaha,” ujar Arifin.

Baca Juga  Simalungun Gelar Panen Raya Jagung Serentak dan Launching SPPG Polri Dukung Swasembada Pangan

Ia menilai infrastruktur jalan bukan sekadar fisik, tapi kebutuhan dasar. Arifin memahami keterbatasan anggaran Pemkab, namun mendorong kolaborasi.

“Kalau kemampuan anggaran kabupaten terbatas, menurut saya solusinya bukan hanya menunggu. Harus dibangun kolaborasi antara Pemkab Simalungun dengan Pemprov Sumut, sehingga ruas-ruas jalan yang membutuhkan penanganan dapat dikerjakan secara bertahap sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran masing-masing,” katanya.

Hal senada disampaikan putra Silou Kahean, Advokat Hermanto Hamonangan Sipayung SH CIM. Ia menilai kolaborasi pemerintah daerah penting agar pembangunan menjangkau wilayah tertinggal.

“Masyarakat tidak meminta semuanya harus selesai dalam satu tahun. Yang penting ada perencanaan yang jelas, ada skala prioritas, dan ada kolaborasi. Kalau dilakukan bertahap, masyarakat tentu bisa memahami,” ungkap Hermanto.

Baca Juga  Wakil Bupati Benny Sambut Tim Kompolnas di Polres Simalungun, Apresiasi Inovasi Pelayanan Polri

Secara politik ekonomi pembangunan, Silou Kahean yang agraris sangat tergantung jalan. Jalan rusak menaikkan ongkos angkut, menurunkan harga jual panen di tingkat petani, dan menghambat akses pendidikan-kesehatan.

“Saya lahir di Silou Kahean. Saya tahu bagaimana kehidupan masyarakat di daerah ini. Harapan masyarakat sebenarnya sederhana, yaitu memiliki akses jalan yang layak. Karena itu, saya berharap Pemkab Simalungun bersama Pemprov Sumut dapat berkolaborasi mencari solusi terbaik,” tutur Hermanto.

Ia menegaskan aspirasi ini bukan menyudutkan pemerintah, melainkan kepedulian kampung halaman.

“Mari kita dorong dengan cara yang konstruktif. Pemerintah punya keterbatasan, masyarakat juga punya harapan. Di sinilah pentingnya kolaborasi agar persoalan yang ada bisa dicari jalan keluarnya bersama,” pungkasnya. (ril/th)