Example 120x600
NasionalRegionalSimalungun

Lambatnya Respon, Warga Sakit Terlantar di Serbelawan Baru Ditangani Setelah Viral di Masyarakat

201
×

Lambatnya Respon, Warga Sakit Terlantar di Serbelawan Baru Ditangani Setelah Viral di Masyarakat

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN | DIAN24NEW.COM
Pemerintah Kabupaten Pemkab Simalungun melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas Serbelawan, bersama Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar, akhirnya memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di Kelurahan Serbelawan, Sumatera Utara, Rabu 30/9/2026, setelah informasi warga sakit tersebut beredar di masyarakat.

Aksi turun ke lapangan dilakukan setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai warga yang sedang sakit di Lingkungan IV Kelurahan Serbelawan. Camat Dolok Batu Nanggar Siti Aminah Siregar bersama Kepala UPTD Puskesmas Serbelawan dr Sri Mardiani baru meninjau kediaman warga tersebut setelah adanya laporan warga.

Warga yang dimaksud adalah Priyani 58 tahun, yang tinggal seorang diri dan diketahui terbaring lemah karena sakit di rumahnya. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat soal deteksi dini dan pendataan warga rentan oleh aparat kelurahan dan puskesmas setempat, sehingga warga yang tinggal sendiri dan sakit baru mendapat penanganan setelah kondisinya lemah.

Baca Juga  "Grak Cepat Simalungun", Bupati RHS Buka Kegiatan Sosialisasi yang Diselenggarakan Disdukcapil di Parapat

Tim medis kemudian memindahkan Priyani menggunakan ambulans ke RSUD Perdagangan untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah bertujuan memastikan warga yang membutuhkan layanan kesehatan tidak merasa ditinggalkan.

“Pemerintah Kabupaten Simalungun tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya bagi yang membutuhkan perhatian kesehatan. Ketika ada warga sakit dan butuh bantuan, kita harus hadir dan bergerak cepat,” ujar Siti Aminah.

Namun komitmen responsif tersebut dinilai belum terlihat dalam sistem jemput bola di tingkat nagori dan kelurahan. Warga berharap penanganan tidak hanya bersifat reaktif setelah ada laporan masyarakat, melainkan ada pemantauan rutin terhadap warga lanjut usia dan warga yang tinggal sendiri.

Baca Juga  Jokowi Tegaskan Opini WTP Bukan Prestasi Tapi Kewajiban Kita Semua

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, dr Debora Evalinch Sigit Haloho, menyatakan jajaran kesehatan akan terus memperkuat layanan.

“Kami mendorong seluruh aparatur kesehatan agar lebih responsif terhadap kondisi warga. Kami berkomitmen memastikan setiap orang mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan medisnya, tanpa terkecuali,” tegasnya.

Priyani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Simalungun yang telah memberikan perhatian kepada kami dan melihat kondisi saya dan membantu membawa saya berobat,” ucap Priyani.

Kasus ini menjadi catatan bagi Pemkab Simalungun untuk memperkuat pendataan warga rentan dan kehadiran negara sebelum warga jatuh sakit dan terbaring sendiri tanpa pendampingan. (tth)